Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (7 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (11 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (12 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (13 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (13 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (15 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (19 jam yang lalu)
NASIONAL 20 Mei 2022, 12:12 WIB 1,015 PDF

Tumbuhkan Semangat Toleransi Bersama Warga Papua

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tumbuhkan Semangat Toleransi Bersama Warga Papua
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

MANOKWARI, INFODESANEWS – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han)., meresmikan Pura Ksatria Shanti Bhuana Kodam XVIII/Kasuari yang berada di kompleks Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Minggu (15/5/2022).

Dalam sambutannya Pangkogabwilhan III ungkapkan rasa gembira, terharu dan bangga dengan perkembangan Kodam yang luar biasa, setelah sekian bulan ia tinggalkan, dan hari ini mendapat kehormatan meresmikan penggunaan Pura Ksatria Shanti Bhuana milik Kodam XVIII/Kasuari.

“Atas nama pribadi dan Komando menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan hari ini. Di sinilah kita bisa tahu bahwa membangun bangsa itu tidak bisa sendiri-sendiri harus menjadi suatu kesatuan, berintegrasi dan komprehensif,” ucapnya.

“Pembangunan Pura ini adalah salah satu bukti toleransi antar umat beragama, dimana di tengah-tengah kemajemukan masyarakat Papua, kita semua mempunyai peran untuk menciptakan suasana toleran,” saling menjaga, saling menghargai dan saling mensupport satu sama lainnya dalam mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera, disamping pembangunan pura ini sebelumnya telah didirikan masjid dan gereja, sebagai wujud kebinnekaan, persatuan dan kesatuan yang nantinya dapat dijadikan tauladan bagi seluruh masyarakat Papua.

“Kepada umat Hindu yang ada di sini baik prajurit dan masyarakat, terima kasih atas bantuan dan kerja samanya, sehingga tempat ibadah ini dapat terwujud,” kata Pangkogabwilhan III yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pangdam XVIII/Kasuari setelah selesai menjabat Danjen Kopasus.

Hal senada Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, S,Sos., berharap apa yang telah dirintis Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), kegiatan beribadah umat Hindu akan lebih baik, yang otomatis kehidupan bermasyarakat dan berbangsa pasti lebih baik juga sebagai upaya pembentukan karakter dan moral serta spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Keberadaan Pura ini juga dapat menjadi modal utama dalam membina dan mengembangkan kerukunan hidup antar umat beragama, apalagi Pura ini dibangun bersebelahan dengan tempat ibadah agama lain Masjid dan Gereja, hal ini dapat kita lihat sebagai wujud kerukunan umat beragama dan sebagai identitas keberagaman bangsa Indonesia, prajurit Kodam juga harus menjadi contoh dalam membangun toleransi antar umat beragama,” tutur Pangdam.

Kepala Suku Besar Arfak, Drs. Dominggus Mandacan yang juga hadir dalam peresmian itu, mewakili semua suku Nusantara dan Kepala-kepala suku yang ada di Papua Barat ini siap melanjutkan apa yang sudah dimulai dan diletakkan para pendahulu untuk bisa menerima semua suku yang ada bersama dengan di Papua dan Manokwari.

“Saya ajak kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian dan tidak boleh ada kerusuhan dan lain sebagainya, luar biasa apa yang dilakukan hari ini sehingga di Kodam ini sudah ada Masjid, Gereja dan Pura diharapkan para prajurit dapat memanfaatkan tempat ibadah ini dan menjadikan iman kuat,” jelasnya.

Pura Ksatria Shanti Bhuana memiliki luas bangunan 645 Meter persegi, sebagian besar material bangunannya mengunakan bahan dasar lahar Gunung Agung yang langsung dikirim dari Bali, dengan masa pengerjaan hampir lima bulan, mengunakan dana swadaya satuan dan bantuan dari beberapa pihak. Saat ini juga sedang dilaksanakan pembangunan Pura Catur Buana Raja Ampat dekat objek wisata Internasional Raja Ampat dengan dukungan Pemkab Raja Ampat yang Peletakan batu pertamanya dilakukan Letjen TNI I Nyoman Cantiasa saat masih menjadi Pangdam. (@Gus)

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi