Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (11 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (14 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (17 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (18 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (18 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (19 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (19 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
Tak Berkategori 25 Desember 2024, 08:16 WIB 2,180 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Uang Palsu Tidak Bisa Ditukar di Bank, Bank Indonesia Tegaskan

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Uang Palsu Tidak Bisa Ditukar di Bank, Bank Indonesia Tegaskan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SULSEL, INFODESANEWS – Bank Indonesia menegaskan bahwa uang palsu yang ditemukan di masyarakat, termasuk yang beredar di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan tidak dapat ditukarkan di bank manapun.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Rizky Ernadi, dalam konferensi pers pada Senin, 23 Desember 2024.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan temuan uang palsu ke pihak berwenang seperti kepolisian atau Bank Indonesia.

Menurut Rizky, meskipun uang palsu terlihat sangat mirip dengan uang asli, selalu ada perbedaan yang dapat dikenali jika masyarakat lebih teliti.

Perbedaan ini dapat berupa warna, kualitas bahan, atau hasil cetakan yang terlihat buram.

Ia menjelaskan bahwa uang palsu sering kali menggunakan bahan yang berbeda, sehingga sulit menyamai kualitas uang asli, terutama pada fitur keamanan seperti mikroteks dan efek safeting colour.

Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa uang kertas yang diterima, terutama pada pecahan besar seperti Rp100 ribu.

Cara sederhana untuk mengecek keaslian uang adalah dengan teknik 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Jika terdapat keraguan, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan uang tersebut dan melaporkannya ke otoritas yang berwenang.

Rizky menambahkan bahwa pencetakan uang palsu merupakan tindak pidana serius yang merugikan masyarakat.

Selain kehilangan uang, penerima uang palsu tidak memiliki hak untuk menggantinya dengan uang asli.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan mengenai ciri-ciri uang asli.

Bukan Kaleng-kaleng, Ini Bahan Pembuatan Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar

Perbandingan uang asli dan palsu: Ciri khas uang asli terlihat jelas pada warna, tekstur, dan detail gambar dibandingkan uang palsu
Bank Indonesia terus menggalakkan program sosialisasi untuk membantu masyarakat mengenali ciri-ciri uang rupiah asli dan membedakan dengan uang palsu.

Sosialisasi ini dilakukan secara rutin melalui berbagai media, termasuk seminar dan kampanye edukasi di masyarakat.

Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya memeriksa uang dengan cermat sebelum digunakan dalam transaksi.

Di akhir pernyataannya, Rizky mengingatkan bahwa uang palsu yang ditemukan di UIN Alauddin Makassar mungkin hanya sebagian kecil dari jumlah yang beredar.

Ia mengibaratkan fenomena ini seperti gunung es, di mana jumlah uang palsu yang belum ditemukan bisa jauh lebih besar.

Bank Indonesia meminta seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan uang palsu yang ditemukan.

Dukungan masyarakat akan membantu pihak berwenang untuk menekan peredaran uang palsu di Indonesia.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, bank, dan masyarakat, peredaran uang palsu dapat diminimalkan.

Melalui langkah tegas dan edukasi berkelanjutan, Bank Indonesia berharap masyarakat Indonesia lebih memahami pentingnya menjaga keaslian mata uang.

Upaya bersama ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem transaksi yang lebih aman dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.** Benny/Yustus

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #Tak Berkategori #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi