Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 28 Maret 2018, 22:03 WIB 2,429 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ulama Perempuan Diminta Peka Persoalan Kebangsaan

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ulama Perempuan Diminta Peka Persoalan Kebangsaan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Ulama perempuan dianggap memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan kebangsaan. Perannya perlu dikolaborasikan dengan peran laki-laki. “Perempuan memiliki potensi keadilan dan identitas ideologi dalam menyelesaikan masalah” tegas Zayadi, Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI saat menjadi narasumber kunci halaqah ulama perempuan di Aula I Kampus I UIN Walisongo, Selasa (27/3/2018).

Senada dengan itu, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak LP2M, Jauharotul Farida menegaskan ulama perempuan perlu peka terhadap persoalan kebangsaan dan sosial. “Ulama perempuan perlu menguatkan jaringan untuk memperkuat NKRI sekaligus berpartisipasi menyegarkan moderasi Islam” tegas Farida.

Ketua Umum TP PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi menyampaikan apreseasi yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya acara Halaqoh Ulama Perempuan ini. Acara pertemuan para Ibu Nyai Muda dan para Kyai yang peduli gerakan gender ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Apalagi acara ini dipercayakan oleh Kementerian Agama RI digelar di Kota Semarang, tepatnya di Kampus UIN Walisongo dan dilanjutkan di Hotel Aston Inn, Pandanaran Kota Semarang.

“Sudah sepatutnya para Ibu Nyai bergerak dalam mendukung Islam moderat sesuai dengan tema acara ini” tegas istri Walikota Semarang ini. Sebab dengan Islam moderat ini, lanjutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap kokoh berdiri sebagai negara yang plural, menghargai segala bentuk perbedaan. Apalagi Al-Qur’an telah menempatkan posisi mulia bagi perempuan dengan adanya Surat An-Nisa’ (yang berarti perempuan).

Rektor UIN Walisongo, Muhibbin menegaskan bahwa peran perempuan tidak hanya pada wilayah domestik saja. Maka perempuan perlu dipromosikan, termasuk dengan lahirnya ulama perempuan ini sebagai wadah untuk memberdayakan dan memerankan perempuan sebagai pendidik.*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi