Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (7 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (10 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (12 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (14 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (14 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (14 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (15 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 07 Februari 2018, 07:45 WIB 1,484 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

UMKM Jawa Tengah Mampu Bertahan Di Tengah Guncangan Ekonomi Global

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

UMKM Jawa Tengah Mampu Bertahan Di Tengah Guncangan Ekonomi Global
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masyarakat berwirausaha di berbagai bidang. Sebab peran UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat dapat diperhitungan. Bahkan di tengah gejolak ekonomi gobal, sektor UMKM tetap bertahan.

“Potensi UMKM yang ada di Jateng akan menggelindingkan usaha rakyat. Bahkan saat krisis ekonomi 1998 melanda, UMKM mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi global,” kata Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat dialog interaktif di rumah dinas Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (6/2).

Pada dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” bertajuk “UMKM, dari Rakyat untuk Jateng” itu, gubernur menyebutkan, potensi UMKM yang tersebar di Jateng dengan produk yang didominasi batik, makanan, dan kerajinan tangan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 900 ribu orang, dengan perputaran uang UMKM mencapai kurang lebih Rp153 triliun.

Ditambahkan, reformasi birokrasi yang digulirkan Pemprov Jateng sudah berjalan, termasuk perhatian pada sektor UMKM. Sebab, para pelaku UMKM adalah orang-orang yang berdikari sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya keberadaan UMKM Center di Kota Semarang.

Para pelaku UMKM, jelas Ganjar, tidak hanya dapat menjual produknya di UMKM Center, tapi juga ketika butuh berbagai informasi, baik mengenai pengembangan, kemasan produk, akses permodalan dan lainnya. Di tempat itu, ada konsultan yang siap memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM.

“Banyak orang yang belum mengetahui bahwa ada fasilitas bagi pelaku UMKM di setiap dinas. Jika ada masalah-masalah seputar UMKM, mereka bisa datang ke kantor dinas terkait untuk berkonsultasi,” kata gubernur.

Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, terdapat beberapa hal penting dalam pengembangan UMKM. Yaitu, permodalan, kemasan, legalitas produk, dan SDM. Pemprov Jateng terus mendorong aspek tersebut, salah satunya melalui aplikasi produk UMKM bernama Sadewa Market.

Aplikasi berbasis android tersebut sudah mengakomodasi sekitar 800 pelaku UMKM se-Jawa Tengah. Untuk produk pertanian pun sudah ada aplikasi Regopantes.com dan Eragano.com. Sektor UMKM dengan beragam produknya, diyakini mampu memberikan dorongan dan membangun kemandirian perekonomian rakyat.

“Sedangkan dari sisi pemasaran nonkonvensional bisa dilakukan melalui pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah di berbagai event,” imbuh alumnus UGM ini.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga membantu para UMKM mengakses permodalan. Di antaranya bantuan Kredit Mitra Jateng 25, Jamkrida, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan kucuran kredit bunga rendah tanpa jaminan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan mereka tidak kesulitan memperoleh modal guna mengembangkan usaha.

Ganjar menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis jumlah usaha atau perusahaan di Jawa Tengah pada 2017 mencapai 4,17 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,13 juta atau 98 persennya merupakan usaha mikro kecil, dan lainnya adalah usaha menengah.(Mn, Humas Jateng/Ar).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi