Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (18 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (21 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (23 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 April 2018, 22:14 WIB 1,545 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Umumnya Eks Napiter Dengan Latar Belakang Masalah Ekonomi

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Umumnya Eks Napiter Dengan Latar Belakang Masalah Ekonomi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Temanggung, Infodesanews.com  – FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris) dalam tugasnya berkomunikasi dalam menjembatani persoalan terorisme, salah satunya dengan mendampingi eks napiter (narapidana teroris). Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, Dr H Budiyanto SH.  M. Hum menemukan berbagai persoalan yang melatarbelakangi munculnya teroris. Dikatakan, persoalan yang melatarbelakangi 94 orang mantan pelaku teror lebih dominan karena persoalan ekonomi dan bukan ideologi. Demikian diungkapkan dalam jumpa pers FKPT Jateng di Pondok Lesehan Kampung Sawah Jalan Gatot Subroto 25 Kabupaten Temanggung (04/04/2018)

Selain adanya masalah pemahaman agama yang cenderung tekstual, terdapat pula latar belakang ekonomi, “ada yang bermasalah dengan pemahaman yang tekstual, ada juga yang karena alasan ekonomi. Tapi mayoritas masalah ekonomi” ungkap Budiyanto yang juga senior KNPI Jateng. Dikatakan, mereka yang berjuang sampai ke luar negeri seperti Afganistan, Iraq, Syiria dan sebagainya menyadari dan berfikir tentang caranya kembali ke Indonesia. Mereka ini berjuang dengan gigih untuk bisa kembali ke Indonesia. Lebih lanjut setelah kembali mendapat pembinaan dalam prosesnya untuk dapat kembali hidup bermasyarakat

“Ada yang dijanjikan mendapatkan gaji 40 juta” tegasnya, “sekarang mereka telah bertaubat dan memanfaatkan waktunya dengan bekerja seperti layaknya warga indonesia” kata dia melanjutkan, “mereka ini sudah sering kita jadikan narasumber dalam kegiatan kita (FKPT)” tutur pria yang juga Dosen FIS Unnes, “mereka sudah sadar bahwa mereka berjuang untuk ideologi dan negara lain” tandasnya menerangkan.

Dikatakan, FKPT telah berkoordinasi dengan Pemerintah sehingga dapat memberikan bantuan stimulan bagi mereka dalam merintis usaha. Sejauh ini, langkah kongkrit kegiatan yang dilakukan FKPT dengan KNPI berbentuk pencegahan. Sebab, kalau seseorang sudah terlibat lebih jauh dalam radikalisme-terorisme maka sudah menjadi tugas BNPT. Upaya-upaya dialogis dan lebih lunak terus dilakukan dalam mencegah supaya jangan sampai para pemuda terlibat pada terorisme. Pemuda sebagai aset bangsa ini jangan sampai direkrut mereka. Karena dengan adanya aksi teror tersebut korbannya sangat banyak. Ini kerugian yang sangat besar. Baik dari segi jumlah korban nyawa maupun korban materi.

Jumpa pers ditutup dengan penandatangan kerjasama dengan KNPI se eks Karesidenan Kedu dalam upaya pencegahan radikalis-teroris di kalangan generasi muda. Sementara, Sekretaris FKPT Jateng, Samsul Huda, MSI dalam wacana pembukanya menyampaikan harapannya agar kegiatan kerjasama tersebut dapat efektif dengan peran KNPI sebagai tempat berhimpunnya organisasi kepemudaan.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi