Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (42 menit yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (44 menit yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (46 menit yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (12 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (12 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (16 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (17 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (17 jam yang lalu)
INFODESA 06 Maret 2023, 09:39 WIB 2,678 PDF

Viral Pemberitaan Dokter di Blora, AJI Ingatkan Wartawan Jangan Membuat Berita Menyimpang

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Viral Pemberitaan Dokter di Blora, AJI Ingatkan Wartawan Jangan Membuat Berita Menyimpang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Beredarnya pemberitaan terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai dokter di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dituding merampas handphone warga menjadi keprihatinan banyak pihak. Terbaru, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) angkat bicara setelah mengetahui kabar sumir tersebut.

“Parah dadine ( Parah Jadinya ), profesi jurnalis banyak diselewengkan,” ujar Pendiri AJI Kota Bojonegoro Sujatmiko kepada wartawan media ini, Senin (06/03/2023).

Sujatmiko mengingatkan kepada sesama wartawan dimanapun tempat, untuk berhati-hati dalam membuat pemberitaan menyangkut permasalahan yang bisa merugikan pihak lain, terutama kaitan profesi seseorang.

“Hati-hati membuat berita, karena ada kode etik yang harus dipatuhi. Jangan membuat berita yang menyimpang,” tegasnya.

Sujatmiko yang juga mantan Ketua AJI Kota Bojonegoro pertama pada tahun 2012-2015 ini menyebutkan, sejumlah kategori pemberitaan agar tidak menyimpang yang perlu dicermati bersama.

“Pertama, jangan menghakimi seseorang. Kedua, harus ada cheks and balances. Ketiga, kita itu punya unsur yang bagus, unsur edukasi, unsur kritik dan ada juga soal etika,” ujarnya.

Menurut Sujatmiko, etika jurnalistik itu juga harus dijunjung tinggi karena berkaitan dengan profesi.

“Kita kalau tidak menghormati profesi kita sendiri, siapa yang mengingatkan. Karena kalau kita membuat berita beresiko tinggi, dan tidak ada checks and balances, bisa juga berakibat buruk,” ucapnya.

“Maksudnya berakibat buruk itu bisa beresiko tinggi pada orang lain, sehingga ada dampak hukum. Itu penting diperhatikan bersama,” imbuh Sujatmiko memungkasi.

Sebelumnya dalam sebuah kesempatan, Dokter berinisial UH menggelar konferensi pers yang dihadiri sejumlah wartawan. Upaya ini menyusul munculnya kabar sumir yang mengemuka di publik tidak semestinya.

Fakta sesungguhnya, dr UH adalah korban jual beli tanah kavling yang kini justru dipolisikan oleh pihak-pihak yang tidak mengetahui kasus ini secara utuh.

Demi melawan kezaliman, dr UH melalui Kuasa Hukumnya Sugiyarto, kemudian melakukan upaya hukum dengan laporan balik ke polisi atas kejadian yang terjadi.

Sugiyarto mempertegas bahwa kliennya tidak benar jika disebut melakukan tindakan yang berujung perkara pidana.

“Terkait perampasan HP itu tidak benar. Yang jelas, justru sebaliknya helm klien kami adalah yang dirampas,” tegasnya.

Menurut Sugiyarto, terkait dengan aduan perampasan itu, adalah pengaduan palsu karena niat kliennya bukan merampas HP. Tetapi, untuk mengisikan pulsa supaya bisa berkomunikasi dengan broker jual beli tanah kavling.

Dirinya menuturkan, bahwa saat ini berhubung pemberitaan yang sebelumnya muncul menuding yang tidak-tidak, akhirnya juga melaporkan dugaan tindak pidana.

“Jadi, kamis yang lalu kami sudah melakukan laporan ke Polres Blora. Harapan kami, keadilan ini harus ditegakkan yang selurus-lurusnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sugiyarto menyebut, laporan yang telah dilakukannya demi membela dr UH sesuai Pasal 378, 372 KUHP Juncto Pasal 317 dan atau Pasal 220 KUHP telah teregister dengan nomor STTLP/47/III/2023/JATENG/RES BLORA.

“Ikuti proses hukum, karena kami sudah laporkan, jadi sudah kami serahkan ke kepolisian,” katanya mengakhiri.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi