Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (8 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (10 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (10 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (16 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (18 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (18 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (18 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 24 Maret 2021, 11:12 WIB 2,387 PDF

Wakil Bupati Bersama Kementan dan Kemendag Meninjau ke Peternakan

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Wakil Bupati Bersama Kementan dan Kemendag Meninjau ke Peternakan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Selasa (23/3) mendampingi pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengunjungi peternakan PT Indonesia Multi Indah (PT IMI) milik Sutomo yang berada di Kecamatan Margorejo.

Pejabat kementerian yang melakukan kunjungan ialah Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Syailendra.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kecukupan stok sapi potong di peternakan milik Sutomo.

Hal ini untuk memastikan tercukupinya kebutuhan daging sapi nasional, terutama untuk bulan Ramadan yang tak lama lagi tiba.

“Hari ini kami memastikan dari aspek produksi, bahan baku untuk pangan kita, dalam hal ini sapi, yang menurut perkiraan terjadi kelangkaan nantinya akibat stok dari negara yang selama ini diambil (Australia-red) berkurang sehingga harga menjadi tinggi,” ujar Dirjen PKH Kementan Nasrullah.

Dia menyebut, berdasarkan peninjauannya, sapi lokal cukup tersedia dengan harga kompetitif, sehingga bisa mengamankan kestabilan pasokan daging sapi untuk momen Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.

Nasrullah menambahkan, stok sapi potong di peternakan yang ia kunjungi di Pati ini juga bisa menyuplai pasokan untuk wilayah sentra konsumen, yakni Jabodetabek dan Bandung Raya. Sebab kedua wilayah ini memang dinilai rawan kelangkaan dan kenaikan harga.

“Kami pastikan (stok cukup-red). Di sini saja (PT IMI-red) sampai lebaran bisa sediakan 2 ribu ekor. Ini baru satu titik,” ungkapnya.

Dia pun menyebut, kebutuhan daging sapi secara nasional untuk bulan puasa mendatang ialah 58 ribu ton.

“Kemudian di bulan Mei agak tinggi karena bersamaan dengan puasa dan lebaran, sekitar 60 ribu ton,” tutur Nasrullah.

Menurutnya, sapi lokal bisa menutupi kebutuhan pasokan daging tersebut.

Lagipula, sambungnya, tingkat impor sapi Indonesia sudah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu 39 persen, sekarang turun sekitar 10 sampai 13 persen. Kita juga sudah terjadi peningkatan populasi (sapi potong-red), rata-rata sekitar satu juta ekor per tahun dengan eksisting jumlah indukan yang ada. Dengan berbagai program pemerintah seperti Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri-red),” jelas dia.

Sementara itu, Dirjen PDN Kemendag Syailendra menuturkan, ketersediaan sapi lokal memadai untuk memenuhi pasokan daging segar.

Ia menegaskan, tidak perlu ada kekhawatiran sekalipun pasokan sapi yang akan diimpor dari Australia menurun.

“Memang di Australia selain harganya naik juga di sana ada repopulasi, jadi ekspor mereka terbatas. Tapi kita tidak perlu takut lah. Sapi lokal banyak. Kemarin saya keliling di Jawa Timur saja ada empat juta lebih sapi. Jadi banyak sekali. Indonesia cukup siap kalau untuk sapi”, paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) mengatakan, pihaknya memang selama ini berupaya menguatkan sektor produksi peternakan, perikanan, dan pertanian. Termasuk pula peternakan sapi potong.

“Kita kuatkan, untuk membuat produksi di sini lebih kuat. Intinya kan, di produksi. Kalau produksi kuat, harga juga bisa terjaga dengan baik,” tegas pria yang akrab disapa Safin ini.

Ia pun menambahkan, produksi daging sapi di Pati tergolong surplus. Sebab, banyak kandang ternak di Pati, mulai dari skala kecil hingga skala besar seperti PT IMI.

“Di Pati kandang tidak hanya di sini. Ada banyak, dari puluhan ekor sampai yang ribuan ekor seperti di sini. Kita ini, alhamdulillah, baik daging sapi, ayam, beras, kita surplus, dan ini kita kuatkan terus,” tandas Safin.

Setelah di Margorejo kemudian rombongan pun meninjau ke peternakan sapi di desa Klecoregonang kecamatan Winong.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi