LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS –– Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menggelar sosialisasi peningkatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri.
Acara yang dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Sumantri, Camat Sidomulyo dan sejumlah tenaga kesehatan Provinsi Lampung, yang dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Betik Hati Kecamatan Sidomulyo Kabupaten setempat, kamis (25/9/2025)
Turut hadir Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PAN Bella dan Ketua Fraksi PAN Agus Sartono dan sejumlah anggotanya.
Dalam pemaparannya, Wakil ketua komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN itu menekankan pentingnya kemandirian bangsa di sektor kesehatan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan berkualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri.
“Kita harus bangga dengan produk dalam negeri. Farmasi dan alat kesehatan buatan bangsa sendiri sudah terbukti kualitasnya, bahkan mampu bersaing di pasar internasional. Kalau kita tidak memberi ruang, industri lokal sulit berkembang. Karena itu, DPR bersama pemerintah mendorong agar penggunaan produk dalam negeri menjadi prioritas, demi memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” ujar dalam sambutannya.
Selain itu, Anggota DPR RI Dapil I Lampung ini, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan selektif dalam menggunakan obat-obatan.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai kita mudah mengonsumsi obat tanpa aturan. Gunakan obat sesuai kebutuhan, ikuti petunjuk tenaga medis, dan pastikan memilih produk yang aman. Dengan begitu, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mendukung keberlangsungan industri farmasi dalam negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Putri Zulhas menekankan pentingnya peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Ia menilai, keberpihakan BPJS pada produk farmasi dan alat kesehatan lokal akan berdampak ganda.
“BPJS adalah jantung layanan kesehatan rakyat kecil. Jika pelayanan BPJS terus ditingkatkan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, maka akses kesehatan akan semakin merata. Ditambah lagi jika produk dalam negeri diperkuat dalam sistem BPJS, biayanya lebih efisien sekaligus membuka peluang besar bagi industri lokal,” pungkasnya. (Red)