Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (17 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (20 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (23 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 01 Januari 2019, 22:27 WIB 630 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban telah di lounching

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban telah di lounching
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban memiliki ragam daya tarik. Mulai dari flying fox, swafoto eksotik, arena trabas ke puncak Gunung Purwosuci hingga edukasi sumur minyak peninggalan Kolonial Belanda.

Wisata tersebut tergolong baru di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Berada di kawasan hutan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu. Tepatnya di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban.

Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemah Ripah Ngraho, bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.

Pesona alam dan edukasi sumur minyak tua di kawasan hutan Kedinding menjadi daya tarik tersendiri. Pihak pengelola juga menyediakan tempat swafoto, flaying Fox, arena trabas, serta rute Jeep menyusuri pegunungan kedinding.

Di kawasan pegunungan kedinding terdapat puluhan titik sumur tua yang pernah beroperasi. Namun, sejak beberapa tahun belakangan ini sumur-sumur tersebut tidak lagi beroperasi.

“Nanti akan kami coba untuk mengajukan izin pengelolaan lagi,” kata Kepala Desa Ngrajo, Sumarji kepada Infodesanews.com, Selasa (1/1/2019).

Lokasi Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban mudah dijangkau. Berada di tepi Jalan Cepu-Randublatung.

Kedepan wisata tersebut bukan hanya menjadi ikon Desa Ngraho. Melainkan ikon Kecamatan Kedungtuban, dan Blora pada umumnya.

“Harapan kita seperti itu,” ucap pria yang juga pernah menjadi penambang sumur minyak tua di kawasan Lapangan Kedinding.

Disamping wisata edukasi sumur minyak tua, Wana Wisata Wono Aji Kedungtuban juga menawarkan sejumlah edukasi lain bagi pengunjung. Diantaranya pembuatan garam tradisional, pembuatan sepatu/sandal, dan pembuatan angklo atau pawon di Dukuh Ningalan Desa Ngraho.

Selain itu, ada juga air terjun dua bidadari di tengah hutan serta trip ke puncak Purwosuci dan Gunung Kedinding dengan menggunakan mobil jeep Advanture.

“Ini akan segera dikembangkan.Trip ini akan menembus Desa Kalen dan harus ada kerjasama dengan BUMDes antar desa,” timpal Camat Kedungtuban, Dasiran, S.Ag saat Soft Opening Wana Wisata Wono Aji, Selasa (1/1/2019).

Selain pengunjung bisa belajar, pengunjung juga berwisata religi di puncak Purwosuci. Di tempat ini terdapat Makam Tumenggung Windunotonegoro dan mitos Joko Gotho.

Wana Wisata Wono Aji berada di lahan Perhutani seluas dua hektar. Keberadaan wisata ini diharapkan dapat menumbuhkan usaha baru yang dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi warga sekitar.

“Dengan begitu warga tidak lagi menebang pohon. Tapi justru ikut menjaga dan melestarikan demi berkembanganya wisata ini,” sergah Bupati Blora, Djoko Nugroho saat menghadiri soft opening.

Wana Wisata Wono Aji berada di dipertigaan Dukuh Kedinding. Wista ini dilengkapi stand UMKM untuk 17 desa, kamar mandi, mushola dan ruang pertemuan dari portakem.

“Kedepan wisata ini akan menjadi top dan viral jika disengkuyung oleh masyarakat,” harap Kokok, panggilan akrab Bupati Blora.(feri)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi