Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (7 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (18 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (19 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (22 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (23 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (1 hari yang lalu)
NASIONAL 03 Desember 2022, 16:47 WIB 1,806 PDF

Wapres Ungkap Santri Harus Miliki Pola Pikir Wasathy Yang Kontekstual

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Wapres Ungkap Santri Harus Miliki Pola Pikir Wasathy Yang Kontekstual
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL – Pondok pesantren memiliki salah satu peran sentral untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda muslim Indonesia agar mengenal agama secara utuh. Terkait hal ini, pondok pesantren harus mengajarkan ajaran Islam wasathiyah (moderat) secara sejuk dan ilmiah melalui sistem pendidikan dan dakwah.

Sehingga, generasi penerus bangsa dapat memiliki pola pikir yang terbuka dan kontekstual dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Itulah mengapa pentingnya pesantren dalam rangka [melahirkan] al mutafaqqihinna fiddin (ahli-ahli ilmu agama Islam). Dan Insya Allah yang dilahirkan oleh As’adiyah yaitu yang berpikir wasathy, moderat.

Tidak berpikir tekstual, dan juga tidak berpikir liberal,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan Pembukaan Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah tahun 2022 di Lapangan Merdeka Sengkang, Jalan Masjid Raya, Siengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Dalam acara yang bertema “Transformasi Nilai-Nilai Wasathiyah As’adiyah Menuju Indonesia Tangguh dan Bermartabat” ini lebih lanjut Wapres menyampaikan bahwa pola pikir wasathy yang kontekstual adalah cara berpikir yang memiliki metode pemecahan masalah sesuai dengan zamannya.

“Tidak statis, tidak kaku, tidak rigid, tapi juga tidak liberal. Artinya liberal dia memberikan pendapat-pendapat tanpa metode, tanpa batas dan tidak ada patokannya,” tegas Wapres.

“Kita memang merespon, tapi dia harus memahami cara-cara dalam memberikan jawaban-jawaban itu, respon itu. Mampu memberikan solusi-solusi bukan hanya solusi keagamaan tapi juga menyelesaikan masalah kenegaraan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga menyampaikan, pola pikir seperti ini penting untuk diimplementasikan sebab tantangan yang dihadapi setiap hari terus berkembang.

“Peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, masalah-masalah politik, ekonomi, sosial itu tidak pernah berhenti. Itu harus disikapi, harus diberi jawaban,” imbuh Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres pun berpesan agar ajaran nilai-nilai wasathiyah dapat terus diaktualisasi sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, ia berharap, ke depan Indonesia dapat menjadi negara yang tangguh dan bermartabat.

“Berharap nilai-nilai wasathiyah Islam yang khas Indonesia mengikuti dinamika perkembangan zaman, baik di dalam negeri sendiri maupun internasional, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang tangguh dan bermartabat,” kata Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’Adiyah Muhammad Sagena menyampaikan bahwa muktamar merupakan bentuk sebuah proses demokrasi yang dilakukan oleh kalangan pesantren.

Melalui muktamar, seluruh pengurus dan santri dapat berdiskusi untuk mencapai sebuah keputusan yang menjadi kesepakatan bersama.

“Perhelatan akbar demokrasi ala pesantren. Pesantren As’adiyah sebuah demokrasi yang sungguh berdiri. Islam memberikan kesempatan kepada seluruh warga termasuk warga pesantren untuk memusyawarahkan, mendiskusikan dan mengambil evaluasi bahkan bisa memberikan masukan dalam melaksanakan program-program terbaik bagi dan kepada permasalahan yang ada,” ungkap Muhammad.

Hadir dalam acara ini diantaranya, Bupati Wajo Amran Machmud, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’Adiyah Muhammad Sagena, dan para peserta Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah Tahun 2022.

Sementara Wapres didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi S. Sulaiman, Pangdam XVI/Hasanuddin Totok Imam Santoso, Kapolda Sulawesi Selatan Nana Sujana, dan Kepala BAZNAS Republik Indonesia Noor Achmad. (@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi