Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (5 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (5 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (10 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 25 Februari 2019, 07:24 WIB 641 PDF

Warga Candipuro, San Mungid, Selama 7 Tahun Buang Air Kecil Melalui Selang Belum Ada Perhatian Khusus

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Warga Candipuro, San Mungid, Selama 7 Tahun Buang Air Kecil Melalui Selang Belum Ada Perhatian Khusus
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – – San Mungid (91) warga Dusun Sindang Ayu, Desa Cintamulya Kecamatam Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. harus menghabiskan masa tuanya hanya dengan berbaring di tempat tidur yang di balut dengan kulit keriputnya di tambah dengan penyakit yang di deritanya.

San Mungid, menderita penyakit tidak dapat buang air kecil lewat kemaluannya selama kurang lebih 7 tahun dan harus melalui selang saat buang air kecil, dia tinggal dirumah bersama 1 orang anaknya dengan keterbatasan ekonomi bahkan tidak bisa untuk berkomunikasi dengan lancar.

San Mungid merupakan tergolong Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) namun tidak pernah terdata ataupun mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini terus menuai Polemik akibat penyaluranya yang di anggap tidak tepat sasaran.

Menurut warga setempat, kurang lebih sudah 7 tahun, San Mungid, menderita yang dialaminya sudah berbagai cara pengobatan sudah di lakukan dan ke Puskesmas, namun sejauh ini belum dilakukan penanganan yang serius maupun pengobatan di Rumah Sakit, apalagi operasi.

“Hal tersebut tidak dilakukan karena keterbatasan biaya. Jangankan untuk berobat ke Rumah Sakit ataupun operasi, untuk kebutuhan sehari hari saja harus menunggu pemberian dari anaknya yang keseharianya bekerja sebagai pembuat Batu Bata.” kata Romlan (47) warga setempat.

Sementara itu Kepala dusun setempat Kamaludin, mengatakan bukanya kami tidak memperhatikan warga, dan yang saya tau selama ini dia (San Mungid) masih dapat beraktivitas, meski harus dengan membawa bawa kantong air kencingnya kalau sekarang kondisinya seperti itu kami belum tau.

“Karena tidak ada laporan ke saya, dari pihak keluarga, sehingga saya selaku kepala dusun sebagai perpanjangan tangan kepala desa tidak mengetahui.” kata dia kepada Infodesanews.com. melalui sambungan selulernya. Minggu (24/2) sekira pukul 19.44 wib.

Saat di singgung terkait adanya penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak tepat sasaran, Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah di libatkan dalam hal Program tersebut mulai pendataan hingga penerimaan,

“Tau tau kami di repotkan dengan adanya permasalahan yang muncul, kami juga telah melakukan data ulang dan mengajukan ke pihak Dinas Sosial melalui pendamping PKH yang ada di Desa.” Pungkasnya. (Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi