Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (19 menit yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (25 menit yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (5 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 22 Oktober 2018, 07:48 WIB 1,235 PDF

Warga Keluhkan Inseminasi Buatan (IB) Mendadak Susah Didapatkan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Warga Keluhkan Inseminasi Buatan (IB) Mendadak Susah Didapatkan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Pasca digulirkan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik gratis alias tampa dipungut biaya, Sejumlah peternak yang berada di Desa Krocok harus berjalan puluhan kilometer untuk mengawinkan secara manual sapinya ke desa tetangga.

Dok. Susahnya mendapatkan pelayanan program inseminasi buatan (IB), sejumlah warga menuntun ternaknya untuk di kawin tradisional.

Sejumlah petani yang notabene juga peternak sapi sangat resah dengan susahnya mendapatkan pelayanan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik gratis, karena sejumlah petugas inseminator  jika di dihubungi beralasan obat telah habis dan baru di pesankan.

“Ora iso nunggu mas, sapine kadung birahi,” ungkap Suradi ( 67 th) yang artinya Sudah tidak bias ditunggu – tunggu, karena saatnya sapi harus di kawinkan.

Hal itu dijumpai Infodesanews saat membawa sapinya untuk di kawinkan secara manual di desa tetangga yang berjarak 6 -7 km.

Data mengungkapkan  pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan masa kawin, karena pada saat itu liang leher rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) dipastian akan berhasil, dan jika sampai waktu itu berlalu di pastikan Inseminasi Buatan (IB) akan gagal dan diulangi beberapa waktu kemudian saat ternak birahi kembali.

Suradi menuturkan sudah menghubungi sejumlah petugas  Inseminasi Buatan (IB), walau dengan mengganti transport mereka nyatanya sekian lama ditunggu petugas tak kunjung datang.

“Ini sudah berlangsung lama pak, setiap harinya ada saja yang warga yang mengawinkan ternaknya, beruntung jika sekali kawin bisa jadi, namun kalau gagal kami harus membawa lagi sapi untuk di kawinkan secara manual sampai berhasil,” tuturnya.

“ Kami wong deso sangat kesulitan, lebih baik kami membayar tapi Obat tersedia setiap saat, dari pada gratis namun susah di dapatkan,”pungkasnya sambil terus menuntun sapi ke desa Tetangga. (Aras).

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi