Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (22 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
NASIONAL 01 Mei 2020, 18:49 WIB 799 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Waspada, Blora Tambah 2 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Secara Lab PCR

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Waspada, Blora Tambah 2 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Secara Lab PCR
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan, bersama Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si dan Kabid Perdagangan Dindagkop UKM, Sunaryo, S.Pd, M.Si, pada hari Jumat (1/5/2020) ini menyampaikan update perkembangan persebaran virus Corona.

Bertempat di Media Center GTPP Covid-19 Pemkab Blora, Lilik Hernanto menyampaikan bahwa hari ini kasus terkonfirmasi positif virus Corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab-test Laboratorium PCR bertambah dua, sehingga total ada tiga.

“Semalam kami telah menerima surat dari laboratorium PCR UNS Surakarta. Hasilnya ada penambahan positif Covid-19 secara laboratoirum PCR. Satu di wilayah Kecamatan Blora Kota, dan yang kedua di wilayah Kecamatan Cepu,” ucap Lilik Hernanto.

Untuk kasus pertama adalah yang meninggal tanggal 9 April dari Kunden. Sedangkan kasus kedua ini menurutnya adalah tenaga medis yang pernah kontak dengan kasus pertama ketika dirawat di RSUD Blora.

“Kasus kedua dari indeks kasus pertama yang meninggal. Setelah kita tracking, walaupun rapid test nya negative, ternyata setelah swab test ternyata positif. Ini tenaga medis kita,” tegas Lilik Hernanto.

“Selanjutnya kasus ketiga adalah di Cepu yang dari Jakarta, warga Desa Kentong yang ternyata semalam hasil swab-nya keluar positif. Jadi Blora total ada 3 kasus, satu meninggal, dan dua masih dalam perawatan yang kini sedang diisolasi,” tambah Lilik Hernanto.

Proses isolasi ini menurutnya terus dilakukan sampai hasil swab test selanjutnya menunjukkan hasil yang negatif selama dua kali berturut-turut untuk dinyatakan sembuh.

Kemudian, menurutnya tadi pagi ada satu PDP yang meninggal dari Desa Singget Kecamatan Jati.

“Satu PDP warga Singget Kecamatan Jati ini meninggal ketika dirawat di RSUD Purwodadi. PDP ini sudah di swab-test dua kali namun hasilnya belum keluar, semoga nantinya tidak positif,” kata Lilik Hernanto.

Sedangkan untuk Rapid-Test positif yang tadinya berjumlah 13 orang, saat ini menurutnya tinggal 12 karena yang satu dari Kentong Cepu sudah menjadi positif Covid-19.

“Dari 12 reaktif rapid-test itu, 8 diantaranya dari kluster Temboro Magetan dan sedang menjalani pengambilan swab-test. Kita berdoa semoga hasilnya tidak positif. Untuk dari Temboro Magetan ini yang sudah datang di Blora kita lakukan rapid-test sebanyak 130 dan 8 diantaranya reaktif,” lanjut Lilik Hernanto.

Sejumlah 8 rapid-test positif dari Temboro Magetan ini menurut Lilik Hernanto akan dilakukan isolasi di Klinik Bakti Padma direncanakan mulai besok Senin agar bisa diawasi dengan baik.

Pihaknya meminta masyarakat tetap waspada dan jangan takut berlebihan. Karena jika takut berlebihan bisa menurunkan daya tahan tubuh (imunitas).

“Masyarakat tidak perlu menstigma korban atau keluarganya. Mereka bukan penjahat, mereka juga korban, ini bukan aib. Itu bisa menimpa kita semua, kita tidak boleh mendiskriminasi mereka. Tetap laksanakan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah,” pungkasnya. ***Tim Liputan.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi