LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Jejak langkah Zita Anjani, Ketua TP-PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, menggetarkan lereng Gunung Rajabasa, Rabu (6/8/2025)
Kedatangan Zita di kaki Gunung Rajabasa disambut langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat adat. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh makna
Dalam balutan sederhana dan semangat yang menyala, ia menyusuri jalur pendakian yang menghubungkannya dengan masa kecil, alam, dan masyarakat di tanah kelahirannya.
Perjalanan ini bukan sekadar ekspedisi alam, tapi pulang ke akar — menyapa tanah yang membesarkannya dan menjadikannya seperti sekarang. Gunung Rajabasa, dengan hutan tropisnya yang lebat dan udara sejuknya yang khas, menjadi saksi bisu ikrar seorang perempuan pemimpin yang tak hanya peduli pada keluarga dan sosial, tetapi juga pada kelestarian budaya dan pariwisata lokal.
“Rajabasa bukan hanya gunung, tapi rumah. Di sini, saya pertama kali mengenal arti alam dan komunitas. Kini saya kembali, bukan hanya sebagai anak daerah, tapi sebagai pelayan bangsa,” ujar Zita, saat beristirahat di salah satu pos pendakian bersama kader PKK dan komunitas pecinta alam.
Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita memanfaatkan momentum ini untuk mengangkat potensi Gunung Rajabasa sebagai destinasi ekowisata unggulan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat. Ia berdialog langsung dengan warga lereng gunung, mendengar harapan mereka, sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan ekonomi lokal.
Di puncak Rajabasa yang menjulang setinggi 1.281 meter di atas permukaan laut, Zita membentangkan bendera TP-PKK dan simbol program pariwisata berkelanjutan. Aksi ini bukan hanya simbolis, tetapi pesan nyata bahwa pembangunan harus berpihak pada alam dan masyarakat.
“Pariwisata kita harus berbasis nilai, bukan hanya jual pemandangan. Kita dorong pariwisata yang menghargai kearifan lokal, memberdayakan perempuan, dan merawat alam,” tegasnya.
Petualangan Zita di tanah kelahirannya bukan sekadar nostalgia. Ini adalah panggilan jiwa seorang perempuan pemimpin yang menyatukan cinta kampung halaman dengan visi pembangunan nasional, dari puncak gunung untuk masa depan Indonesia. (Red/sumber diskominfo Lamsel)