Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (7 jam yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (9 jam yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (14 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (16 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (17 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (17 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (20 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 hari yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (1 hari yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu)
INFODESA 27 Januari 2022, 17:46 WIB 1,834 PDF

Zoom Meeting, Bupati Gelar Sosialisasi Diseminasi Dana Desa

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Zoom Meeting, Bupati Gelar Sosialisasi Diseminasi Dana Desa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS – Sosialisasi Diseminasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2022 dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati dan secara virtual melalui Zoom meeting pada Rabu (26/1/2022).

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Dispermades, Kepala BPKAD, kepala KPPN Pati, para camat dan kepala desa serta pejabat terkait.

Dalam sambutan Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa seharusnya sosialisasi dilakukan pada akhir tahun 2021, namun karena petunjuk teknis yang terlambat maka pembagian dan penggunaan pun ikut mundur.

Penggunaan dana harus ada aturan, maka dari ini perlu adanya pemahaman dari kepala desa, lembaga desa dan camat. “Semua anggaran harus ada payung hukum,” ujarnya

Desa di Kabupaten Pati merupakan daerah otonomi tetapi belum sepenuhnya dan masih ada ketergantungan. Adanya pengurangan anggaran maka program kerja yang direncanakan sesuai RPJMD dan RKPD mau tidak mau harus digeser ke kebutuhan yang wajib seperti penanganan COVID-19.

“Wabah ini harus diselesaikan sehingga jangan sampai terjadi kemiskinan, sehingga perekonomian harus diatur,” imbuhnya.

Setiap desa mendapatkan anggaran yang berbeda, hal ini dikarenakan adanya beberapa indikator seperti kinerja dari lembaga desa.

Pedoman Perpres No 104 Tahun 2021 tentang penggunaan dana desa. Dalam jangka waktu 2015-2022 banyak peningkatan pada dana desa kalkulasi sekitar 74%.

Dibandingkan dengan zaman dulu yang mengandalkan PAD dan BUMdes yang nilainya kecil, sekarang dana bantuan sudah meningkat dari kabupaten maupun provinsi. Sebanyak 40% akan digunakan untuk BLT, Bupati Pati Haryanto berharap agar sesuai dengan KPS dan jangan dibagi rata.

“Dana desa yang sudah ada harus di maksimalkan jadi alokasi sebelumnya 426,3 miliar sekarang 427 miliar ini merupakan kepercayaan pemerintah pusat untuk mengelolah dana desa serta Pemulihan ekonomi Kabupaten Pati bertumpu pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan perindustrian,”pungkasnya.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi