Jumat, 25 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (3 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (10 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (18 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (20 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (20 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (20 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (21 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 13 Maret 2026, 03:49 WIB 2,562 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Akhirnya Terang! Listrik Masuk Dukuh Terpencil di Blora, Akhiri Keluhan Warga Selama 20 Tahun

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Akhirnya Terang! Listrik Masuk Dukuh Terpencil di Blora, Akhiri Keluhan Warga Selama 20 Tahun
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Warga Desa Gempol, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah lebih dari dua dekade hanya mengandalkan listrik dengan daya lemah yang tak kunjung memadai, program listrik desa dari PLN kini mulai menerangi permukiman mereka. Program ini direspon positif oleh para wakil rakyat dan pemerintah desa setempat.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Blora, Yuyus Waluyo, menyampaikan bahwa problem kelistrikan di wilayah terpencil seperti di Bendokerep sudah berlangsung lama. Menurutnya, sebenarnya aliran listrik sudah masuk ke wilayah tersebut sejak tahun 2000-an, namun infrastruktur yang ada tidak sebanding dengan jumlah penduduk.

“Ini sebetulnya kan listriknya jenis sudah ada sejak lama. Cuma kan gardu induknya itu kecil. Jadi di sini itu ada dua trafo yang masuk, dipakai untuk sekitar 200an kepala keluarga. Cuma 2 gardu, meterannya cuma 2, jadi akhirnya listrik itu enggak kuat nyala,” jelas Yuyus, Kamis (12/3/2026).

Yuyus memaparkan, sistem kelistrikan di wilayah perbatasan ini memang unik karena ikut jaringan dari Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa suplai listrik ke kawasan tersebut berasal dari Rayon Ngawi, bukan dari Blora atau Cepu.

“Ini dari rayon Ngawi. Ini menyuplai berapa rumah tangga, dengan listrik baru ini, kita upayakan sekitar 200an KK,” tambahnya.

Dengan adanya program penerangan baru ini, Yuyus berharap keluhan warga selama ini bisa teratasi. Ia menyoroti dampak ekonomi yang sangat dirasakan masyarakat, terutama saat musim panen.

“Kemarin itu ngeluhnya kan misalnya fasilitas pertukangan, elektronik, kalau malam itu kan sudah tidak nyala. Dan yang paling sentral itu es batu, kulkas,” ungkapnya

Lanjutnya, karena menginjak musim panen di sini itu kan biasanya panas, minumnya itu kan es. Sedangkan pekerja-pekerja dari luar itu ribuan jumlahnya masuk ke satu dukuh ini untuk tenaga panen tebu dan jagung. Ini kalau listriknya tidak nyala, usaha es tidak bisa berjalan.

Sementara itu, Kepala Desa Gempol, Nurdianto, membenarkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan pasokan listrik yang layak telah melalui proses yang sangat panjang. Sejarah kelistrikan di wilayahnya yang memang rumit karena kondisi geografis.

“Bisa dibilang, khususnya di Dukuh Bendokerep, ini melalui proses yang begitu panjang untuk pengajuan listrik ini. Listrik ini sudah ada sekitar tahun 2000-an. Jadi sejarahnya listrik ini dulu memang ikutnya dekat dengan wilayah Jawa Timur. Yang ikutnya dari Ngetas, Telogotuwong, baru ke Bendokerep,” ungkap Nurdianto.

Kades menjelaskan, Desa Gempol terdiri dari delapan dukuh yang letaknya menyebar. Dulu akses dari Blora belum mencukupi, sehingga listrik ikut dari wilayah timur. Namun, kualitasnya jauh dari harapan.

“Diharapkan masyarakat kami, listrik yang dulu itu waktu maghrib untuk daya lampu itu pun tidak bisa terang. Terus untuk alat-alat elektronik itu pun juga tidak maksimal. Alhamdulillah di tahun ini bisa terlaksana program listrik masuk desa,” tuturnya dengan rasa syukur.

Meski program ini telah berhasil menyala di Dukuh Bendo Kerep yang mencakup 3 RT, Nurdianto mengakui masih ada Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu pemindahan jaringan listrik yang selama ini terkendala akses jalan.

“Dari pemerintah desa, pesan dan harapan mungkin untuk program listrik di desa kami masih ada satu PR lagi untuk jaringan listrik yang dari Blora. Kami terkendala di jaringan. Misalkan ada gangguan ataupun listrik padam, jalan itu tidak bisa dilalui oleh pihak PLN. Dan kami berharap mungkin dari pihak dinas terkait, khususnya Perhutani dari wilayah Randublatung, bisa membantu proses untuk pemindahan jaringan. Yang rencananya jaringan ini akan dipindah lewat Bangklean,” pungkas Nurdianto.**Red

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi