Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 08 Juli 2023, 08:27 WIB 1,893 PDF

Aksi People Power Di Bundaran Gladag Gagal, Mudrik Sangidu Akui Sengaja Digeser

admin
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Aksi People Power Di Bundaran Gladag Gagal, Mudrik Sangidu Akui Sengaja Digeser
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS.COM – Aksi People Power yang semula dijadwalkan berlangsung di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah pada Jumat kemarin (7/7), telah mengalami pergeseran lokasi di Jalan Kartopuran Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Penggagas Aksi People Power, Mudrik M Sangidu saat bersama rekan (foto: dok)

Namun penyelenggara aksi yang rencananya dipimpin oleh Mudrick Setiawan Malkan Sangidu tersebut, memicu reaksi dari berbagai pihak. Dalam hal ini, Organisasi Massa (Ormas) Lindu Aji dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pelaksanaan ‘Aksi People Power’ ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Lindu Aji, Nanang Setyono, menyebut bahwa Aksi People Power yang digagas oleh Ketua Dewan Pembina Mega-Bintang, itu hanya akan memicu kerusuhan baru. Tidak akan memberikan dampak berarti namun justru membahayakan stabilitas masyarakat.

Tim Polda saat berkunjung di kediaman Mudrik M Sangidu (dok)

Ormas Lindu Aji, mengimbau Mudrick Sangidu dan pengikutnya mempertimbangkan kembali rencana mereka. Lalu menggunakan energi dan waktu untuk aksi tersebut ke hal-hal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Lindu Aji paham sekali kondisi politik saat ini yang memanas jelang Pemilu dan Pilpres, aksi demo turun ke jalan juga bagian demokrasi, tapi bukan terus untuk menurunkan pemerintahan. Kan, rezim ini juga akan berakhir sebentar lagi,” tandasnya Rabu (5/7).

Pentolan organisasi massa Mega-Bintang, Mudrick Sangidu mengaku aksi People Power dipindah setelah ia didatangi petugas dari Polda Jawa Tengah, Kamis (6/7) kemarin. “Kemarin itu datang dari Polda Jateng. Pokoknya bisa jalan, tapi tidak di Gladak,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (6/7).

Ia pun memaklumi permintaan tersebut lantaran Gladak sangat dekat dengan Balai Kota Solo, tempat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berkantor. Mudrick akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasi aksi People Power.

“Saya juga memaklumi karena Gladak itu kan berdekatan dengan Kantor Balai Kota. Wali Kotane anake presiden (Wali Kotanya anaknya presidan). Nggak apa-apa, yang penting itu jalan terus,” katanya.
Mudrick bahkan mengaku sempat

ditawari petugas dari Polda Jateng tersebut untuk memindahkan aksinya ke daerah Manahan. Namun tawaran tersebut ia tolak lantaran di Manahan ada RS Bhayangkara yang merupakan bekas Mapolresta Surakarta. “Nanti saya dikira menghina polisi, saya bilang jangan,” katanya.

Menurut Mudrick, pemindahan aksi People Power merupakan keputusan terbaik. Pihak kepolisian sendiri sudah berusaha memberikan solusi bagi warga yang hendak menyuarakan aspirasi melalui aksi tersebut. “Kita ya nggak enak juga lah, sudah diberi solusi yang terbaik. Yang penting itu jalan terus,” katanya.

Nama Mudrick Sangidu tak asing di percaturan politik Indonesia. Mudrick sempat menjabat sebagai Ketua DPC Surakarta PPP di medio tahun 1997 lalu.

Mudrick merupakan salah satu inisiator gerakan ‘Mega-Bintang’ di Solo pada medio 1997 lalu. Gerakan Mega-Bintang kala itu hadir sebagai kolaborasi nonformal antara simpatisan PDI pro-Megawati dan PPP yang saat itu masih bersimbol bintang, untuk melawan hegemoni Soeharto dan Golkar jelang Pemilu 1997. Namun belakangan DPP PPP membantah Mudrick masih aktif di PPP Solo. (*/red slo)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi