Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 04 Juni 2022, 07:07 WIB 723 PDF

 Aliansi Wija To Luwu Somasi Gubernur Sulawesi Selatan

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

 Aliansi Wija To Luwu  Somasi Gubernur Sulawesi Selatan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

SULAWESI SELATAN, INFODESANEWS – Aliansi Wija To Luwu memberikan deadline dalam tempo 3 x 24 jam kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman (ASS) untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Luwu Raya khususnya kepada warga Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara terkait statemennya yang menyayat hati Wija To Luwu atau warga Tana Luwu.

Statemen Gubernur Sulsel, ASS yang dimaksud tersebut, kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Rakyat Miskin Demokratik (DPP SRMD), William Marthom disampaikan oleh ASS dalam forum resmi saat menghadiri Peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur ke-19 di Malili pada tanggal 12 Mei 2022.

Pernyataan dimaksud yakni ucapan ASS yang mengatakan “Sama yang ke Rampi, saya sampaikan di Luwu Utara tadi, katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan, kenapa tidak sekalian keluar dari Indonesia, gitukan,” menurut William statemen itu adalah sebuah pernyataan yang bukan hanya melukai hati dan perasaan Wija To Luwu pada umumnya dan warga atau etnik Rampi pada khususnya.

“Ironisnya, bahasa yang terkesan mengusir warga Rampi untuk keluar dari Indonesia tersebut, disampaikan oleh seorang kepala daerah di Provinsi Sulsel. Bahasa yang dilontarkan oleh Gubernur Sulsel itu, tidak hanya terkesan pelecehan atau intimidasi terhadap warga Rampi, akan tetapi yang lebih fundamentalnya adalah mencoba memprovokasi warga Kecamatan Rampi untuk melakukan tindakan makar maupun gerakan separatis sebagai respon terhadap kegagalan pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan di wilayah Rampi,” kata William dalam orasinya pada saat aksi bersama Aliansi Wija To Luwu di Kota Palopo, Jumat 3 Juni 2022.

Terkait hal tersebut, Aliansi Wija To Luwu mendesak Gubernur ASS untuk segera meminta maaf kepada  masyarakat Luwu Raya khususnya bagi warga Kecamatan Rampi.

“Jika Pak Gubernur Sulsel enggan meminta maaf dalam tempo tiga kali 24 jam, maka kami yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu, akan melakukan perlawanan baik melalui aksi parlemen jalanan maupun lewat gerakan politik. Kami juga akan menaikkan tensi gerakan kami dari gerakan moral menjadi gerakan politik Wija To Luwu untuk melawan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam kanca politik atau gelanggang politik pada tingkatan apapun di rana elektoral,” tegas William.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Palopo (IPMAPA), Ridal mengatakan bahwa jika Gubernur Sulsel ASS tetap ego untuk tidak meminta maaf, pasca pernyataan yang dilontarkan ASS dan berbuntut pada interupsi berantai dari kalangan Wija To Luwu, maka sebagai Wija To Luwu dirinya akan melakukan konsolidasi politik untuk melawan Gubernur ASS pada ruang-ruang politik elektoral.

“Kalau dalam tempo tiga kali 24 jam, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman masih enggan meminta maaf atas kekeliruan maupun kesalahan, maka selain sanksi sosial, sanksi politik juga akan diberlakukan oleh Wija To Luwu bagi Pak Gubernur Sulsel. Sanksi politik yang saya maksud adalah bakal menjadi lawan politik Andi Sudirman Sulaiman dalam gelanggang politik elektoral, termasuk dalam Pilgub mendatang,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Jenderal Lapangan Aliansi Wija To Luwu, Wawan Praditya juga mengungkapkan bahwa Gubernur ASS dalam memimpin Sulsel, gagal mensejaterahkan masyarakat Luwu Raya, termasuk warga Rampi, maka sebaiknya beliau berupaya untuk memperbaiki kegagalannya itu dengan cara membantu mewujudkan impian Wija To Luwu akan terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

 “Kendatipun Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman gagal dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejateraan di Sulsel khususnya di wilayah Luwu Raya, maka setidaknya, Andi Sudirman Sulaiman harus mampu mewujudkan harapan Wija To Luwu untuk mewujudkan harapan terbentuknya DOB Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya dalam periode masa kepemimpinannya di Sulsel,” harap Wawan.

Jika hal tersebut tidak dapat diwujudkan ASS, sambung Wawan,  maka wajar dan pantas kalau Wija To Luwu mengatakan bahwa Gubernur ASS gagal total memimpin Sulsel.

 “Jika pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejateraan masyarakat Luwu Raya tidak dapat diwujudkan oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, maka setidaknya beliau mampu mewujudkan impian kami dalam hal terwujudnya DOB Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya sebagai solusi untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejateraan Wija To Luwu di Luwu Raya,” jelasnya.(yustus)

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi