BLORA, INFODESANEWS — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, menyampaikan langsung persoalan terhentinya operasional PT Gendhis Multi Manis (GMM) Kabupaten Blora kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Penyampaian ini merupakan tindak lanjut aspirasi Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora dalam audiensi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Rina Sa’adah menegaskan bahwa berhentinya operasional PG GMM tidak lagi sekadar persoalan teknis industri, melainkan telah menjadi persoalan ekonomi masyarakat yang berdampak luas terhadap petani tebu, pekerja pabrik, buruh angkut, sopir, pedagang kecil, serta berbagai sektor usaha yang bergantung pada industri gula di Blora.
“Kami telah menyampaikan secara langsung kepada Menteri Pertanian bahwa persoalan yang terjadi di Blora membutuhkan perhatian serius pemerintah. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat luas,” ujar Rina.
Menurutnya, terhentinya operasional pabrik memaksa petani mengirim tebu ke luar daerah dengan biaya transportasi lebih tinggi serta risiko penurunan kualitas dan rendemen tebu. Rina berkomitmen mengawal persoalan ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan pihak terkait lainnya.
Koordinator Audiensi Petani Tebu Blora, Exi Wijaya, mengapresiasi langkah cepat Rina. “Petani saat ini membutuhkan kehadiran negara melalui kebijakan nyata yang melindungi mereka dari kerugian,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo, juga menyambut baik langkah tersebut. “Harapan kami, perhatian ini segera diwujudkan dalam langkah nyata. Jangan sampai petani menjadi pihak paling dirugikan,” katanya.
Paguyuban Petani Tebu Blora berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjamin penyerapan hasil panen petani serta melindungi keberlangsungan ekonomi masyarakat terdampak.**Red