BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Desa Tempurejo mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2026 dengan prioritas pada penanganan dampak darurat banjir dan bantuan sosial langsung, menyusul efisiensi anggaran yang cukup signifikan.
Kepala Desa Tempurejo, Kanti Rahayu menyampaikan, bahwa anggaran tahun ini mengalami penurunan sekitar tiga perempat dari total anggaran tahun 2025. Kondisi ini memaksa pemerintahan desa untuk melakukan penyesuaian dan penajaman prioritas.
“Dengan anggaran yang sangat terbatas ini, kita harus benar-benar memprioritaskan hal yang paling mendesak,” ujarnya.
Berikut adalah fokus alokasi APBDes 2026:
1. Kegiatan Fisik Terbatas. Hanya akan ada dua lokasi kegiatan fisik yang akan dilaksanakan, yaitu di wilayah Mbulak dan Sendang klampok. Kegiatan ini diprioritaskan untuk penanganan darurat terkait dampak banjir yang melanda desa.
2. Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT Desa akan diberikan kepada 9 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pencairan permin pertama rencananya akan dilakukan pada awal Februari 2026.
3. Program Strategis Nasional. Pemerintah Desa mengakui bahwa untuk program-program strategis nasional dari pemerintah pusat, realisasinya di Desa Tempurejo belum tampak. Fokus tahun ini tetap pada kemampuan anggaran desa yang tersedia.
Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi darurat dan keterbatasan keuangan desa. Pemerintah Desa berharap pemfokusan anggaran pada dua sektor tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang paling terdampak.
“Kami mendahulukan kegiatan fisik untuk penanganan banjir dan BLT untuk meringankan warga. Untuk kegiatan lainnya, sangat tergantung pada kondisi anggaran ke depan,” pungkasnya.
Pemerintah Desa juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam musyawarah perencanaan anggaran dan berkomitmen untuk melaksanakan APBDes 2026 secara transparan dan akuntabel.**Red