Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 30 Januari 2026, 08:21 WIB 700 PDF

BEM Universitas Malahayati Gelar Diskusi Publik:Strategi Intelektual Mencegah Redikalisme Dan Terorisme Di Perguruan Tinggi

Korwil Lampung
Oleh: Korwil Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BEM Universitas Malahayati Gelar Diskusi Publik:Strategi Intelektual Mencegah Redikalisme Dan Terorisme Di Perguruan Tinggi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Korwil Lampung

BANDAR LAMPUNG, INFODESANEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malahayati Lampung menggelar Diskusi Publik bertema “Penguatan Peran Kampus sebagai Benteng Ideologi Bangsa: Strategi Intelektual Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Perguruan Tinggi” pada Selasa, 28 Januari 2026 di Aula Gedung MCC Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua FKUB Provinsi Lampung Prof. Dr. H. Moh. Baharuddin, M.A., Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Mirza Pahlevi, Kasat Intel Polresta Bandar Lampung Kompol Andi Yunara, serta perwakilan Yayasan Mangkubumi Putra Lampung Sulthon Arifudin. Sekitar 100 peserta dari Aliansi BEM se-Provinsi Lampung dan Pok Cipayung Plus Kota Bandar Lampung turut memeriahkan diskusi.

Dalam pemaparannya, Sulthon Arifudin menjelaskan bahwa radikalisme lahir dari cara berpikir kaku, tertutup, dan menolak perbedaan. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda berada pada fase pencarian jati diri sehingga rentan disusupi ideologi ekstrem. Karena itu, kampus harus menjadi ruang aman untuk menanamkan nilai toleransi, literasi digital, dan penguatan kebangsaan.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jika mereka terpapar radikalisme, maka masa depan bangsa juga terancam,” tegas Sulthon.

Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Baharuddin, menekankan pentingnya keseimbangan antara kebebasan beragama dan toleransi. Ia menyebut bahwa intoleransi dan fanatisme sempit merupakan pintu masuk bagi radikalisme yang berpotensi berkembang menjadi terorisme.
“Moderasi beragama, dialog lintas iman, serta penegakan hukum yang adil adalah kunci utama mencegah radikalisme,” ujarnya.

Sementara itu, Mirza Pahlevi dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam upaya pencegahan radikalisme. Ia mendorong penguatan nilai Pancasila, NKRI, dan literasi digital agar mahasiswa mampu menyaring informasi dan tidak terpengaruh narasi ekstrem di media sosial.

Dari sisi keamanan, Kompol Andi Yunara mengungkapkan bahwa di wilayah Bandar Lampung terdapat puluhan individu yang masuk dalam pengawasan terkait jaringan radikal dan terorisme. Ia menjelaskan bahwa kelompok radikal menyasar mahasiswa melalui kajian tertutup, pendekatan personal, serta propaganda digital.

“Karena itu kampus harus punya sistem deteksi dini, regulasi yang tegas, serta mendorong mahasiswa dan dosen menjadi agen moderasi,” katanya.

Melalui diskusi ini, BEM Universitas Malahayati berharap kampus tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga benteng ideologi bangsa yang menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa.***Ismunadi.

Oleh: Korwil Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Korwil Lampung
Jurnalis Terverifikasi Koordinator Wilayah Lampung

Korwil Lampung

Koordinator liputan investigasi, hukum, dan peristiwa daerah Lampung.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi