Kamis, 24 September 2026
PENDIDIKAN 30 Januari 2026, 08:21 WIB 617 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

BEM Universitas Malahayati Gelar Diskusi Publik:Strategi Intelektual Mencegah Redikalisme Dan Terorisme Di Perguruan Tinggi

Jurnalis / Kontributor: Korwil Lampung
Jumlah Tayang: 617 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BEM Universitas Malahayati Gelar Diskusi Publik:Strategi Intelektual Mencegah Redikalisme Dan Terorisme Di Perguruan Tinggi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Korwil Lampung

BANDAR LAMPUNG, INFODESANEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malahayati Lampung menggelar Diskusi Publik bertema “Penguatan Peran Kampus sebagai Benteng Ideologi Bangsa: Strategi Intelektual Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Perguruan Tinggi” pada Selasa, 28 Januari 2026 di Aula Gedung MCC Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua FKUB Provinsi Lampung Prof. Dr. H. Moh. Baharuddin, M.A., Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Mirza Pahlevi, Kasat Intel Polresta Bandar Lampung Kompol Andi Yunara, serta perwakilan Yayasan Mangkubumi Putra Lampung Sulthon Arifudin. Sekitar 100 peserta dari Aliansi BEM se-Provinsi Lampung dan Pok Cipayung Plus Kota Bandar Lampung turut memeriahkan diskusi.

Dalam pemaparannya, Sulthon Arifudin menjelaskan bahwa radikalisme lahir dari cara berpikir kaku, tertutup, dan menolak perbedaan. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda berada pada fase pencarian jati diri sehingga rentan disusupi ideologi ekstrem. Karena itu, kampus harus menjadi ruang aman untuk menanamkan nilai toleransi, literasi digital, dan penguatan kebangsaan.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jika mereka terpapar radikalisme, maka masa depan bangsa juga terancam,” tegas Sulthon.

Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Baharuddin, menekankan pentingnya keseimbangan antara kebebasan beragama dan toleransi. Ia menyebut bahwa intoleransi dan fanatisme sempit merupakan pintu masuk bagi radikalisme yang berpotensi berkembang menjadi terorisme.
“Moderasi beragama, dialog lintas iman, serta penegakan hukum yang adil adalah kunci utama mencegah radikalisme,” ujarnya.

Sementara itu, Mirza Pahlevi dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam upaya pencegahan radikalisme. Ia mendorong penguatan nilai Pancasila, NKRI, dan literasi digital agar mahasiswa mampu menyaring informasi dan tidak terpengaruh narasi ekstrem di media sosial.

Dari sisi keamanan, Kompol Andi Yunara mengungkapkan bahwa di wilayah Bandar Lampung terdapat puluhan individu yang masuk dalam pengawasan terkait jaringan radikal dan terorisme. Ia menjelaskan bahwa kelompok radikal menyasar mahasiswa melalui kajian tertutup, pendekatan personal, serta propaganda digital.

“Karena itu kampus harus punya sistem deteksi dini, regulasi yang tegas, serta mendorong mahasiswa dan dosen menjadi agen moderasi,” katanya.

Melalui diskusi ini, BEM Universitas Malahayati berharap kampus tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga benteng ideologi bangsa yang menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa.***Ismunadi.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Korwil Lampung

Korwil Lampung

Koordinator Wilayah Lampung

Koordinator liputan investigasi, hukum, dan peristiwa daerah Lampung.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi