Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 30 Agustus 2026, 11:44 WIB 2,214 PDF

Blora Crisis Center Minta KPK Gelar Edukasi Antikorupsi di Blora

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Blora Crisis Center Minta KPK Gelar Edukasi Antikorupsi di Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Blora Crisis Center Indonesia (BCC) secara resmi mengajukan permohonan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI agar menyelenggarakan kegiatan edukasi dan penguatan pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Kabupaten Blora. Permohonan bernomor 001/BCC-RKP/VIII/2026 tersebut ditujukan langsung kepada Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, pada 30 Agustus 2026.

Direktur Riset dan Kebijakan Publik BCC, Amin Farid, menyampaikan bahwa langkah ini didasari oleh kajian organisasi terhadap dinamika tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat sipil di Blora. Menurutnya, diperlukan langkah preventif yang edukatif, terbuka, dan berkelanjutan untuk membangun budaya integritas.

“Pencegahan korupsi tidak cukup hanya dengan penindakan. Kami menilai penting adanya pendidikan antikorupsi, pembinaan integritas, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan,” ujar Amin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2026).

BCC yang telah memiliki badan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0004298.AH.01.07.TAHUN 2026 itu mengusulkan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur strategis daerah, seperti Pemerintah Kabupaten Blora, DPRD, tokoh masyarakat, pemuda, agama, hingga komunitas lokal dan organisasi masyarakat sipil.

Adapun materi yang diharapkan mencakup pendidikan antikorupsi, pencegahan gratifikasi dan konflik kepentingan, transparansi pengelolaan anggaran, hingga mekanisme partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan tindak pidana korupsi secara bertanggung jawab.

BCC menegaskan bahwa permohonan ini bukan untuk menuduh atau menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk partisipasi sipil dan upaya pencegahan dini. Mereka berharap kehadiran KPK di Blora dapat menjadi momentum membangun kesepahaman bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama.

Jika diperlukan, BCC menyatakan kesiapannya membantu koordinasi teknis dengan pemangku kepentingan lokal agar kegiatan berjalan tertib, independen, dan sesuai aturan yang berlaku.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi