Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
OLAH RAGA 07 Juli 2026, 20:47 WIB 962 PDF

Brasil Kubur Mimpi di Piala Dunia 2026, BURIK Tampil Tak Berkutik

Kabiro Luwu
Oleh: Kabiro Luwu • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Brasil Kubur Mimpi di Piala Dunia 2026, BURIK Tampil Tak Berkutik
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS – Panggung megah Piala Dunia 2026 kembali menjadi kuburan massal bagi ambisi besar tim-tim besar. Setelah Jerman dan Belanda dipaksa pulang kampung lebih cepat, kini giliran juara dunia 5 kali, Brasil, yang dipaksa angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan Norwegia dengan skor tipis 1-2 di babak 16 besar.

Pahlawan kemenangan Norwegia adalah sang monster gol, Erling Haaland, yang memborong dua gol pada babak kedua. Sementara Brasil sendiri hanya mampu memperkecil kedudukan melalui gol konsolasi dari sang kapten, Neymar, yang sebenarnya tampil dalam kondisi yang belum prima 100 persen akibat cedera.

Sejak peluit pertama dibunyikan oleh sang wasit, Brasil sebenarnya mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya laga di awal babak pertama. Aliran bola-bola pendek khas Samba sempat membuat lini pertahanan Norwegia kalang-kabut. Hasilnya, Brasil sukses mendapatkan hadiah penalti di babak I.

Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di area terlarang Norwegia. Sial bagi Brasil, Bruno Guimaraes yang maju sebagai algojo gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Sepaknya yang melebar itu menjadi awal petaka Brasil. Benar saja! Pasca-penalti itu, Norwegia menemukan ritme permainan sebenarnya.

Norwegia mulai menekan dengan Odegaard sebagai dirigen lapangan tengah. Memasuki paruh kedua, Brasil kembali mencoba menyegarkan lini serang dengan memasukkan wonderkid mereka, Endrick. Striker muda ini sebenarnya memiliki peluang emas dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Norwegia.

Namun, dewi fortuna belum memihak. Sepakan Endrick sukses ditepis secara heroik oleh kiper lawan. Kegagalan beruntun Bruno dan Endrik yang kemudian secara satir saya berikan akronim “BURIK” rupanya menjadi titik balik hancurnya mentalitas bertanding pemain Brasil. Pelatih Brasil, Ancelotti, seolah kehabisan ide.

Semangat juang para pemain Brasil terlihat merosot drastis. Situasi psikologis yang rapuh ini dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh Norwegia. Mereka mengambil alih kendali permainan dan mendominasi lini tengah. Hasilnya, Erling Haaland menghukum kelengahan lini belakang Brasil dengan dua gol berkelas.

Brace Haaland ini sekaligus mengunci tiket perempat final bagi Norwegia. Kekalahan Brasil ini memperpanjang tren minor Selecao di turnamen sepak bola terakbar sejagat raya. Sejak terakhir mengangkat trofi pada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, Brasil seolah terkena kutukan dan selalu terhenti di babak fase knock-out.

Jika kita berkaca pada perjalanan mereka, performa Brasil di edisi piala dunia kali ini sangat jauh dari kata impresif. Pada babak 32, Brasil tampil kurang apik dan hanya mampu6 menang tipis atas Jepang lewat gol di masa injury time. Ketika mentalitas tidak dibarengi efisiensi di depan gawang, siap-siap tim andalan akan merana.**Benny/Yustus

Oleh: Kabiro Luwu

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #OLAH RAGA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Luwu

Kabiro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi