Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (3 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (17 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu)
NASIONAL 22 Oktober 2018, 23:12 WIB 1,082 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Bupati Banyumas Sarungan, Pimpin Upacara Hari Santri

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Banyumas Sarungan, Pimpin Upacara Hari Santri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS – Bupati Banyumas Achmad Husein memakai sarung dan berpakaian baju koko lengkap dengan peci saat memimpin upacara Hari Santri Nasional(HSN) Kamis (22/10/2018), di Alun-alun Purwokerto. Sebagai peserta upacara TNI, Polisi dan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan peci serta ribuan santri dan masyarakat Banyumas sebagian besar memakai sarung dan pakai indentitas pesantren masing-masing.

Pada upacara peringatan hari santri yang ke-4 ini, Bupati mengajak peringatan hari santri dijadikan momentum untuk memperteguh peran santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya lahirnya Peputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri merupakan wujud apresiasi Pemerintah atas peran dan perjuangan santri dalam membela dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

“Tokoh-tokoh santri seperti K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Ahmad Hasan, Syech Ahmad Suropati, Kiai Mas Abdurahman, Bung Tomo, dan para pejuang santri lainnya, telah  memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya

Dengan mewarisi semangat  tokoh tersebut, diharapkan para santri, baik yang di pesantren maupun di luar pesantren akan selalu terpacu untuk memperkuat jiwa religius keislaman serta jiwa nasionalisme kebangsaan. Para santri akan terpanggil untuk selalu berjihad dalam memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan  kemaslahatan bagi seluruh Rakyat Indonesia, serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, demi kemajuan bangsa dan negara.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Seluruh Santri Di Kabupaten Banyumas, yang selama ini telah bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi, nyengkuyung lan regeng bareng membangun Kabupaten Banyumas yang kita cintai bersama. Saya juga berharap, kebersamaan yang hangat dan indah ini bisa lebih ditingkatkan lagi dalam membangun Kabupaten Banyumas ke depan, untuk “menjadikan Banyumas yang maju, adil, makmur, dan mandiri”,” tambahnya

Cuaca sejuk saat upacara

Walaupun upacara dilaksanakan dengan waktu yang sama dengan upacara lainya, yang biasanya matahari begitu terik, saat cuaca sangat mendukung karena matahari tidak menyinarkan panasnya, bahkan hujan yang terjadi malam sebelumnya membuat Alun-alun yang biasa berdebu sedikit berkurang. Suasana tersebut membuat peserta tidak terlalu kepanasan dan dapat mengikuti upacara sampai akhir.

Rosianggi Rahmayanti dari Pesantren Fathul Huda sangat menyambut baik peringatan hari santri, karena dapat menjalin silaturahmi dengan santri santri lain dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.

“Selain itu akan semakin mengkatkan nasionalisme dan cinta tanah air di sanubari santri” katanya

Sementara itu salah satu santri dari Bani Rosul mengaku senang mengikuti upacara hari santri. Ini adalah pengakuan dari pemerintah terhadap keberadaan santri.

”Karena santri itu khilafah, bukan sampah sudah selayaknya bisa bersama membangun negri,” katanya.(Parsito)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi