Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (38 menit yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (42 menit yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (50 menit yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (15 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (22 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu)
NASIONAL 10 Desember 2019, 09:32 WIB 759 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Bupati Djoko Nugroho Pimpin Hakordia Tahun 2019 Dihalaman Kantor Setda Blora

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Djoko Nugroho Pimpin Hakordia Tahun 2019 Dihalaman Kantor Setda Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten Blora pada hari Senin (/12/2019) melaksanakan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2019. Peringatan dilakukan dengan kegiatan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho di halaman Kantor Setda Blora.

Upacara diikuti oleh jajaran Forkopimda, Sekda, para Kepala OPD, Camat, kalangan ASN se Kabupaten Blora, serta unsur TNI-Polri. Sebagai inspektur upacara, Bupati Djoko Nugroho mengucapkan selamat Hakordia 2019 yang selalu diperingati pada tanggal 9 Desember di setiap tahunnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, yang menyatakan bahwa di Jawa Tengah sejak 2013 telah mencanangkan gerakan Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Bukan hanya di lingkungan Pemerintahan Provinsi, tapi juga seluruh pelosok Jawa Tengah.

“Di kalangan pemerintahan, mental pejabat lama kita dobrak, sistem jadul kita rombak. Pungli kita sikat dengan teknologi, setoran kepada atasan kita berantas dengan lelang jabatan, manipulasi anggaran kita semprot dengan digitalisasi, mafia-mafia proyek kita hantam dengan keterbukaan,” ucap Bupati Djoko Nugroho membacakan sambutan Gubernur.

Pertanyaannya, apakah gerakan itu sudah cukup efektif untuk menghilangkan laku koruptif? Ternyata menurutnya “masih jauh panggang dari api”.

“Masih jauh dari harapan. Tapi sesakit dan selelah apapun harus terus kita lakukan. Nasi belum jadi bubur, kayu belum jadi arang. Kita akan terus perkuat upaya pemberantasan korupsi. Tahun depan kita akan jor-joran untuk pembangunan sumber daya manusia, menata manusia-manusia Jawa Tengah yang semakin bermartabat.,” sambungnya.

“Segala cara kita lakukan. Pemerintah Kabupaten/ Kota kita ajak, Bupati/ Walikota kita kirim ke KPK untuk membangun integritas. Digitalisasi sistem kita persilakan untuk ditiru. Kita juga akan perbesar peran mahasiswa dan pelajar dalam gerakan ini. Kita lahirkan agen-agen antikorupsi di kalangan mereka. Pendidikan antikorupsi kita terapkan di 634 SMA/SMK/SLB di Jawa Tengah. Ini adalah laku membangun ulang pondasi moral dan mental, maka keberanian harus kita pegang,” tegas Gubernur dalam sambutan yang disampaikan Bupati.

Untuk itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat bersiap melompat lebih jauh. Tempa raga dan sukma, siapkan mental untuk turut andil menyempurnakan bangunan antikorupsi.

“Jika Indonesia saat ini berada di peringkat 89 indeks persepsi korupsi, di tangan kalian-kalian kelak peringkatnya harus melesat naik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho sendiri, mengajak seluruh elemen ASN di lingkungan Pemkab Blora untuk mendukung upaya Gubernur Jawa Tengah dalam memerangi korupsi. ASN diminta Bupati agar bisa menjadi agen perubahan, atau pelopor anti korupsi. Salah satu contoh kecilnya dengan menolak politik uang pada gelaran Pilkada 2020 yang akan datang.

Usai upacara dilanjutkan dengan pemasangan pin gerakan anti korupsi oleh Bupati kepada perwakilan Kepala OPD yang diikuti seluruh tamu undangan. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi