Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 menit yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 menit yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (42 menit yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (15 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (21 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu)
NASIONAL 23 Juli 2025, 23:32 WIB 1,913 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Cegah Karhutla Sejak Dini Polres Lamsel Gandeng Lintas Intansi Kordinasi Antisipasi Bencana

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cegah Karhutla Sejak Dini Polres Lamsel Gandeng  Lintas Intansi Kordinasi Antisipasi Bencana
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Polres Lampung Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor dalam rangka antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bertempat di Aula Gedung Wicaksana Laghawa (GWL), Rabu, 23 Juli 2025 pagi. Kegiatan dihadiri oleh unsur Forkopimda, TNI, BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, ASDP, hingga perwakilan perusahaan dan stakeholder terkait.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergitas lintas instansi dalam menanggulangi Karhutla yang kerap terjadi, terutama di wilayah rawan seperti sepanjang jalur tol dan kawasan hutan produksi.

“Kami hanya memiliki satu unit water cannon. Artinya, kami butuh dukungan penuh dari Damkar dan instansi lain untuk penanganan Karhutla secara maksimal. Untuk itu, saya instruksikan kepada para Kapolsek agar segera membentuk relawan tanggap Karhutla di tiap desa,” tegas Kapolres.
Ia juga meminta keterlibatan aktif dari BMKG untuk terus memperbarui informasi cuaca dan potensi hotspot, serta kepada pengelola tol untuk segera melaporkan jika ditemukan titik api.

Dalam paparannya, Kompol Dafrison selaku Kabag Ops mengungkap bahwa terdapat lebih dari 10 kawasan hutan lindung dan produksi di Lampung Selatan yang sangat rentan terbakar. Tercatat, pada tahun 2023 terjadi 71 kasus Karhutla, tahun 2024 menurun menjadi 25 kasus, dan pada tahun 2025 hingga Juli ini tercatat 2 kasus.

Sementara itu, Sekretaris Damkar menyampaikan kesiapan 3 unit mobil damkar kapasitas 4.500 liter dan 1 kendaraan suplay yang disiagakan di titik-titik strategis. Namun ia mengakui keterbatasan alat dan kebutuhan SDM yang harus terus dimaksimalkan.
“Tahun lalu, kebakaran paling banyak terjadi di sepanjang tol. Maka, wilayah tersebut harus menjadi prioritas patroli sore dan siaga tangki air,” ujar Hendri, Sekretaris Dinas Damkar.

Kasdim 0421/LS Mayor Inf Adi Hartono turut mendukung langkah pencegahan dengan menekankan patroli aktif di sepanjang tol dan wilayah hutan yang rawan terbakar. Pihak BPBD juga menyatakan siap siaga dengan mobil tangki dan 5 personel standby setiap hari. Dari pihak ASDP, disampaikan bahwa telah disiapkan dua unit mobil pemadam dengan kapasitas 3 ton air per unit.

Beberapa langkah konkret yang akan segera dilakukan antara lain: Pembentukan Satgas Karhutla tingkat kabupaten, Pembentukan Posko Karhutla dan rayonisasi penanganan, Patroli terpadu Babinsa–Bhabinkamtibmas–Masyarakat, Pemetaan pohon rawan tumbang di Jalinsum dan Penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan sampah
Kapolres menekankan, “Kita tidak boleh menunggu Karhutla terjadi baru bertindak. Kita harus proaktif.

Keselamatan warga Lampung Selatan adalah prioritas utama.”
Bhabinkamtibmas dan Babinsa diimbau terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan melaporkan sedini mungkin bila melihat titik api. Pemerintah desa juga diimbau menggerakkan ronda malam dan menjaga lingkungan sekitar.
“Mari kita jaga alam kita sebelum bencana menimpa kita. Sinergi dan gotong royong adalah kunci untuk Lampung Selatan yang aman dari Karhutla,” tutup Kapolres.

Rakor ini ditutup pukul 11.00 WIB dengan situasi aman dan kondusif, menjadi langkah nyata komitmen bersama seluruh pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla secara terpadu di Kabupaten Lampung Selatan.(***Ronald)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi