Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (6 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (12 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (20 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (22 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (22 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (22 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (23 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 15 November 2019, 01:54 WIB 2,504 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Demo Blokade Jalan Sampai Malam Tuntut Pemerintah Pusat Mencabut Moratorium DOB

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Demo Blokade Jalan Sampai Malam Tuntut Pemerintah Pusat Mencabut Moratorium DOB
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LUWU(SULSEL), INFODESANEWS – Puluhan mahasiswa dan massa Aliansi Wija To Luwu Kabupaten Luwu di jalan Trans Sulawesi Kecamatan Walenrang, Batusitanduk Provinsi Sulawesi Selatan, memblokade jalan trans Sulawesi mulai pukul 14.00 Wita sampai malam pukul 21.00 Wita masih demo dan melumpuhkan ekonomi di Luwu Raya.

Dalam aksi unjuk rasa(demo) ini, mahasiswa memblokade jalan dengan tumbangkan kayu dan bakar ban di jalan serta di jembatan Batusitanduk.

Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Wija To Luwu Luwu itu menuntut Presiden RI dan Menteri Dalam Negeri untuk mencabut Moratorium Daerah Otonomi Baru(DOB).

Aksi ini sempat melumpuhkan ekonomi mobil dan motor terhadang 8 jam.

Aksi mahasiswa ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya aksi menuntut pemekaran daerah Walenrang Lamasi(Walmas) menjadi Kabupaten Luwu Tengah, juga disuarakan masyarakat Walmas. Bahkan unjuk rasa tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisan tahun lalu.

“Pengunjuk rasa menyatakan sikap akan terus menduduki dan memblokade jalan poros trans Sulawesi hingga tuntutan dipenuhi pemerintah pusat,” beber Ilham koordinator lapang.(yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi