Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (38 menit yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (42 menit yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (50 menit yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (15 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (22 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu)
NASIONAL 24 September 2025, 21:27 WIB 462 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Diklat Dan Rakerda HIPMI Lampung, Pengusaha Muda Harus Jadi Ujung Tombak Hilirisasi Komoditas Lokal

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Diklat Dan Rakerda HIPMI Lampung, Pengusaha Muda Harus Jadi Ujung Tombak Hilirisasi Komoditas Lokal
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

BANDARLAMPUNG, INFODESANEWS – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak hilirisasi komoditas lokal dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIV sekaligus Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Bandarlampung, Selasa (23/9/2025).

Acara ini dibuka oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mengolah hasil pertanian dan perkebunan Lampung agar tidak hanya diekspor mentah.

“HIPMI jangan hanya menonton. Jangan pasif. Ambil peran strategis, karena hilirisasi bukan hanya soal industri, tapi soal masa depan kesejahteraan masyarakat Lampung,” tegas Mirza

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan melahirkan berbagai inisiatif.

“Hilirisasi adalah kunci. HIPMI Lampung berkomitmen menghadirkan inovasi agar komoditas kopi, singkong, jagung, hingga sawit tidak lagi sekadar bahan mentah, tetapi produk bernilai tambah yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing global,” ujar Gilang Ramadhan.

Dukungan juga datang dari Kasdam XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Andrian Susanto, yang menekankan bahwa kemandirian ekonomi berbasis semangat kebangsaan adalah bagian dari ketahanan nasional Rangkaian program strategis HIPMI pasca Diklatda meliputi Agropreneur HIPMI, HIPMI Food Security Forum, UMKM Go Digital, Lampung Investment Forum, hingga HIPMI Academy.

Program ini diharapkan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi Lampung yang pada.

Triwulan II 2025 sudah mencatatkan pertumbuhan 5,09% dan penurunan kemiskinan hingga 10% Dengan sinergi pemerintah, pengusaha, akademisi, dan dukungan TNI, HIPMI Lampung diyakini mampu menjadi katalis hilirisasi komoditas menuju Lampung Emas dan Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, hadir juga Staf Ahli Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Budi Permana yang memberikan materi dalam Diklatda HIPMI Lampung yang mengulas secara detail pelbagai program KUR dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang jadi program kerja andalan kementerian.

Dalam sambutannya, Gilang Ramadhan juga menyinggung statistik ekonomi Lampung. Pada Triwulan I 2025, ekonomi tumbuh 5,47%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan turun menjadi 10,00%, dan pengangguran juga berkurang. Bahkan, sektor industri pengolahan tumbuh hampir 10% di Triwulan II, tanda hilirisasi mulai berjalan
Namun, jelas Gilang, potensi besar masih terbuka. Padi yang berkontribusi 4,2% pada PDRB bisa naik menjadi 6,2% jika diolah maksimal. Jagung dari 3,4% bisa mencapai 15%, kopi dari 2% bisa melonjak hingga 12,6% Pada dimensi tataniaga kopi.

Diklatda HIPMI Lampung juga menghadirkan pengusaha muda yang sukses menggeluti kopi. Yaitu, Elkana Arlen Riswan, Owner Els Coffee itu mengupas tema kewirausahaan.
Menurut Gilang, visi besar HIPMI Lampung sejalan dengan Indonesia Emas 2045 dan Lampung Emas.

“Anak-anak muda pengusaha ini tidak hanya ingin sukses secara finansial, tetapi juga menjadi motor perubahan. Bayangkan di tahun 2030, kopi robusta Lampung tidak lagi diekspor mentah, melainkan dipasarkan global dalam bentuk brand lokal. Singkong tidak sekadar gaplek, tapi menjadi bioetanol yang menopang energi nasional. UMKM lokal bertransformasi digital dan menembus pasar ASEAN.”

Itulah, lanjut Gilang Ramadhan, masa depan yang sedang dirintis lewat Diklatda dan Rakerda HIPMI Lampung.(***Ismunadi)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi