Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (22 menit yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (14 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (21 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu)
NASIONAL 15 November 2023, 20:44 WIB 2,597 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

INFODESANEWS – Gangguan jiwa bisa menjadi masalah serius di Indoensia. Data Kementerian Kesehatan, satu dari sepuluh orang mengalami gangguan jiwa. Bahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu mengakui bahwa deteksi dini gangguan jiwa di Indonesia lemah sekali. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto melihat bahwa hal ini merupakan masalah serius.

Menurut Edy kasus gangguan jiwa di Indonesia naik bukan saja karena masalah dan tekanan yang dialami masyarakat semakin berat. Di sisi pemerintah, political will untuk mengatasi masalah ini semakin lemah.

“Contohnya Undang-Undang Kesehatan Jiwa dicabut,” kata Edy.

Dulunya UU nomor 18 tahun 2014 memberikan posisi penanganan kesehatan jiwa di Indonesia dan kini dilebur setelah lahirnya UU no 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Sekarang pendampingan bagi orang yang punya risiko gangguan jiwa di public health rendah,” ucapnya Edy.

Menurutnya, gangguan jiwa bukan milik psikolog maupun psikiater saja. Perawat, bidan, maupun dokter memiliki ilmu soal kesehatan jiwa. Sehingga ketika sebaran psikolog atau psikiater masih timpang dengan kebutuhan masyarakat, maka tenaga kesehatan lain diharapkan bisa mengisi.

“Ada tempat pendampingan konsultasi kesehatan jiwa di setiap wilayah primer,” imbuhnya.

“Komisi IX mendorong Menteri Kesehatan melakukan transformasi perubahan layanan kesehatan jiwa yang lebih memperkuat sistem kesehatan jiwa berbasis masyarakat,” kata Edy saat menghadiri deklarasi Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa Selasa (14/11) di Jakarta.

Legiselator dari dapil Jawa Tengah III ini mengapresiasi Kementerian Kesehatan yang membuat pilot project model layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

“Saya usul di Posyandu ada satu meja khusus untuk menangani kesehatan jiwa. Tentu ini untuk gangguan jiwa yang ringan seperti stres adaptasi,” ungkapnya.

Dengan mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat, maka penemuan kasus secara dini akan lebih masif. Kesakitan atau “luka” yang dialami psikis seseorang kerap diabaikan karena tidak terlihat seperti luka fisik.

“Ada tiga golongan masyarkat sehat jiwa, masyarakat risiko gangguan jiwa, dan masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Tentu pelayanan yang diberikan tidak hanya untuk yang mengalami gangguan jiwa saja,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini.

Edy memandang layanan kesehatan penting juga diberikan pada golongan masyarakat yang sehat jiwa dan berisiko gangguan jiwa. Oleh karena itu puskesmas dan posyandu bisa jadi basis pencegahan dan pendampingan agar masyarakat sehat jiwanya.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi