BLORA, INFODESANEWS – Aktivis Front Blora Selatan (FBS), Grex, menegaskan bahwa organisasinya tidak pernah mempersulit atau menghambat investasi yang masuk ke Kabupaten Blora. Pernyataan itu disampaikan usai audiensi di DPRD Blora, baru-baru ini.
Menurut Grex, FBS memahami bahwa pembangunan dan investasi sangat dibutuhkan daerah. Namun, ia mengingatkan agar investasi berjalan sesuai aturan dan tetap menghormati hak-hak masyarakat.
“Blora sudah sangat terbuka memberikan akses terhadap aktivitas proyek Pertamina. Jalan kabupaten dipakai untuk mobilisasi alat berat, kendaraan proyek melintas setiap hari, dan masyarakat ikut menanggung dampaknya. Maka sudah sewajarnya jika perusahaan juga memiliki empati terhadap masyarakat Blora,” ujar Grex.
Ia menyoroti kekhawatiran warga terkait infrastruktur jalan dan jembatan yang dilalui kendaraan bertonase besar. Grex menilai jembatan yang dibangun untuk kepentingan publik tidak dirancang menahan beban proyek skala besar secara terus-menerus.
“Kalau sampai terjadi kerusakan jalan atau jembatan, yang paling dirugikan tetap rakyat. Petani terganggu, aktivitas ekonomi terganggu, anak sekolah terdampak. Maka perusahaan tidak bisa hanya fokus pada percepatan proyek,” tegasnya.
Grex memastikan FBS akan tetap menggunakan jalur dialog dan konstitusional dalam menyuarakan aspirasi masyarakat terdampak. Ia menegaskan, kritik masyarakat bukan ancaman bagi investasi, melainkan bentuk kontrol agar pembangunan berjalan sehat dan adil.
“Kami tidak anti investasi, tapi kami juga tidak ingin rakyat Blora hanya kebagian dampak. Proyek boleh berjalan, investasi silakan masuk, tapi hak masyarakat dan keselamatan infrastruktur daerah juga harus dihormati,” pungkasnya.**Red