Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
LIFESTYLE 30 Agustus 2026, 07:59 WIB 2,252 PDF

Gerakan Bank Sampah Diperluas, Desa Krocok Dibidik Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gerakan Bank Sampah Diperluas, Desa Krocok Dibidik Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Gerakan peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah terus didorong di Kabupaten Blora. Edukasi pemilahan sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dalam program tersebut, masyarakat didorong membedakan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai guna kemudian dapat dimanfaatkan kembali atau dikelola melalui bank sampah.

Program ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan. Hasil pemilahan sampah juga dapat memberikan tambahan nilai ekonomi bagi rumah tangga. Sampah yang terkumpul dapat ditabung atau dijual sesuai jenis dan nilai ekonominya.

Gerakan tersebut mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora. Kepala Dinas yang diwakili Sekretaris Dinas, Bayu Himawan, turut memberikan dukungan terhadap pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Hadir pula Kepala Desa Krocok, Ratman, serta Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kabupaten Blora, Lindung Arum Setyawan, ST, yang memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya.

Krocok Dibidik Jadi Pilot Project

Desa Krocok, Kecamatan Japah, mulai dilirik untuk dikembangkan sebagai pilot project Desa Mandiri Pengolahan Sampah berbasis ekonomi sirkular.

Konsep tersebut menempatkan sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dipilah, dimanfaatkan kembali, diolah dan memiliki nilai ekonomi.

Dengan konsep ekonomi sirkular, sampah organik dapat diarahkan untuk pengolahan seperti kompos maupun budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan melalui bank sampah untuk kemudian dipasarkan atau dimanfaatkan kembali.

Pengembangan model ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga desa.

Kepala Desa Krocok, Ratman, menyatakan pemerintah desa siap mendukung program pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci agar sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya.

Sementara itu, edukasi lingkungan yang dilakukan DLH diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada warga mengenai manfaat memilah sampah.

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kabupaten Blora, Lindung Arum Setyawan, ST, turut mendorong masyarakat agar mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membuat lingkungan Desa Krocok lebih bersih, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Jika model ini berjalan konsisten, Desa Krocok berpeluang menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, di mana persoalan sampah diubah menjadi peluang usaha dan sumber tambahan pendapatan masyarakat.**Red.

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #LIFESTYLE #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi