Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 06 April 2020, 13:06 WIB 2,541 PDF

Heboh, Usai Mudik Emak-emak Marah Tolak Karantina Mandiri

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Heboh, Usai Mudik Emak-emak Marah Tolak Karantina Mandiri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO – INFODESANEWS, Seorang emak-emak warga Sondakan, Laweyan, Solo usai mudik dari Jakarta marah-marah saat didata petugas untuk melakukan karantina mandiri. Aksi tersebut membuat tim petugas anggota Linmas, TNI dan Polri yang melakukan pendataan geram. Kejadian tersebut dibenarkan Lurah Sondakan, Laweyan, Solo, Prasetyo Utomo. “Ya benar ada kejadian warga saya ngomel-ngomel kepada petugas tim penanggulangan Covid-19 Pemkot Solo, saat hendak dilakukan pendataan usai mudik dari Jakarta,” kata Prasetyo, Senin (6/4).

Prasetyo mengatakan sesuai prosedur, orang yang baru datang dari zona merah Covid-19 harus melakukan karantina mandiri dan ditetapkan sebagai orang dalam perantauan (ODP). Emak-emak tersebut tiba di Solo tanggal 28 Maret 2020. “Petugas yang mendapatkan informasi dari warga setempat melakukan pendataan pada 30 Maret 2020, tetapi malah marah-marah ke petugas,” kata dia.

Namun Prasetyo mengatakan masalah tersebut sudah diselesaikan. Emak-emak tersebut telah bersedia didata dan menyatakan sanggup melakukan karantina mandiri selama 14 hari. “Ya biasa lah, hanya kesalah pahaman. Emak-emak itu akhirnya bersedia dikarantina mandiri di rumah,” tutur dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyayangkan hal tersebut mengingat Pemkot Solo berkomitmen penuh untuk memutus mata rantai Covid-19. Warga harusnya tertib jika tidak ingin Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Solo diperpanjang lagi. “Jangan mentang-mentang orang kaya terus seperti itu. Suaminya sudah saya telepon, tadi sudah saya suruh minta maaf ke petugas,” ujar Rudy.

Rudy memperingatkan masyarakat yang melakukan karantina mandiri agar tertib. Kalau mendapati ODP ngeyel keluyuran akan dijemput paksa petugas untuk dimasukkan ke rumah karantina milik Pemkot Solo. (hr/tl/mi)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi