Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (9 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (11 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 07 November 2022, 10:22 WIB 2,599 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Hentikan Fitnah Keji Terhadap Kabareskrim Polri

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Hentikan Fitnah Keji Terhadap Kabareskrim Polri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MEDAN, INFODESANEWS | Beredarnya video yang viral di sosial media yang berisi pengakuan seorang pria yang bernama Ismail Bolong yang mengaku menyetorkan sejumlah uang ke pejabat tinggi Kabareskrim Polri yaitu Komjen Pol Agus Andrianto.

Dalam video tersebut ia mengaku sebagai anggota kepolisian RI berpangkat Aiptu yang bertugas di Satintelkam polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

Pria tersebut juga mengatakan bahwa dia secara jelas dan terang menyampaikan memiliki hubungan persekongkolan dengan pengusaha tambang ilegal serta secara rutin memberikan uang dengan jumlah miliaran rupiah di setiap bulannya kepada Jendral Bintang Tiga Tersebut.

Terkait dengan tudingan tersebut Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Utara Jowanda Harahap mengatakan bahwa kami menduga ada upaya untuk merusak dan mendegradasi citra baik Bareskrim Polri dibawah kepemimpinan Komjen Pol Agus Andrianto.

Hal tersebut didasari bahwa video tersebut dibuat atas intimidasi dan paksaan yang dilakukan oleh Brigjen pol Hendra Kurniawan melalui orang suruhannya kepada Ismail Bolong dengan cara membacakan tulisan yang sebelumnya telah mereka persiapkan.

Itu dapat dilihat melalui video klarifikasi ismail bolong yang mengaku dipaksa dan diancam untuk menyampaikan pengakuan tersebut oleh petinggi Mabes Polri yang bernama Brigjend Pol Hendra Kurniawan. Hal ini merupakan fitnah yang keji terhadap Kabareskrim ujar Jowanda kepada awak media Minggu (6/11).

Jowanda menambahkan bahwa video yang dibuat di bulan Februari 2022 dan kemudian diviralkan saat ini merupakan kejahatan yang luar biasa dan telah terencana sebelumnya terhadap institusi Polri terlebih lebih terhadap Kabareskrim.

Disaat Kabareskrim sedang berupaya menuntaskan berbagai masalah penting di republik ini yang salah satunya kasus mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang begitu menyita perhatian publik.

Kami yakin dan percaya bahwa Komjen Pol Agus Andrianto tidak mungkin melakukan hal demikian, kami mengenal dan sangat dekat dengan beliau.

“Selama berkarir di Kepolisian Daerah Sumut beliau menunjukkan keteladanan yang baik bagi institusi Polri. Beliau mampu memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat, menegakkan supremasi hukum, juga pengayoman dan pelayanan yang baik kepada masyarakat”, tegas Jowanda.(@Gus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi