Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 Juni 2024, 22:22 WIB 353 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Indah Ingatkan: Khotbah Iduladha Tak Bawa Pesan Politik Praktis

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Indah Ingatkan: Khotbah Iduladha Tak Bawa Pesan Politik Praktis
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SUL – SEL, INFODESANEWS – Pemerintah telah menetapkan Iduladha pada 10 Juni 2024. Sehingga, umat Islam terkhusus di Luwu Utara. Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Luwu Utars Nomor 450/107/Kesra 2024 tentang Penyelenggaraan Salat Iduladha dan Penyembelian Hewan Kurban, yang ditandatangani langsung Indah Putri Indriani, 10 Juni 2024.

Hal tersebut disampaikanBupati pertama perempuan di Sulawesi Selatan Indah Putri Indriani pada media ini, Jumat 14 Juni 2024 yang berpesan agar Khotbah Iduladha tidak menyampaikan pesan politis lantaran terdapat kontestasi Pilkada serentak yang akan berlangsung 27 November 2024.

“Kami harap khotbahnya itu jangan membawa kepada suasana politik praktis. Jangan sampai menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat politik praktis,” sebutnya.

Menurut Indah, umat Islam di Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang terkhusus Indonesia memiliki pilihan politik yang berbeda-beda. Sehingga materi khotbah yang bernuansa politik akan merusak suasans di hari Iduadha tersebut.

“Sebab di dalam jamaah kita itu warna politiknya macam-macam sehingga jangan sampai khotbah itu dijadikan ajang penyampaian politik praktis. Kalau tidak, itu nanti bisa merusak suasana,” ujarnya.

Bupati Luwu Utara itu berharap, momentum Iduladha 1445/2024 dijadikan momentum dalam membangun suasana kebangsaan yang lebih baik lagi kedepan.

“Mudah-mudahan Iduladha kali ini di Bumi Lamaranginang memang benar-benar kita jadikan momentum untuk membangun suasana yang lebih baik lagi,” pesannya.** Yustus

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi