Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 23 April 2018, 20:26 WIB 2,101 PDF

ini dia pesan KH Amin Maulana kepada Santri PP Al Badriyyah Mranggen

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

ini dia pesan KH Amin Maulana kepada Santri PP Al Badriyyah Mranggen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Demak, Infodesanews.com – Indonesia merupakan bangsa bangsa yang beradab. Menjadi bangsa beradab itu harus mendekati cahaya. Barangsiapa dekat dengan cahaya ia akan tersinari. Ini diungkapkan oleh KH Amin Maulana Budi Harjono saat memberikan mauidhah Haflah Khatmil Qur’an PP Al Badriyyah Suburan Mranggen Kabupaten Demak (22/04). Dikatakan, ibarat dekat dengan penjual minyak wangi kita akan mendapatkan harumnya. Begitulah jika kita ingin menjadi orang baik, harus selalu dekat dengan Al Qur’an ulama atapun kiai.

“Kita adalah bangsa yang beradab, bukan biadab. Seperti tangan difungsikan untuk memukul lawan itu namanya biadab, lain lagi dengan tangan yang digunakan untuk memukul rebana itulah beradab,” tuturnya dengan jenaka.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai asal Semarang ini juga berpesan agar tetap menjaga perdamaian Indonesia dan melestarikan ajaran nasionalisme yang telah ditanamkan oleh para pejuang bangsa. Menurutnya bangsa yang kuat adalah yang tidak melupakan akar sejarah.

“Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan perdamaian,” tegasnya

Lebih lanjut Kiai Budi menegaskan, “Poros dan tonggaknya bangsa indonesia ini adalah pesantren” tegas kata ia, tanpa jeda ia menambahkan, “Pesantren adalah lembaga pendidikan paling orisinil di Indonesia. semakin banyak anak-anak indonesia di pesantren maka akan semakin baik pula generasi bangsa ini,” ungkapnya dengan lantang.

Sementara, KH. Ali Syaerozi menjelaskan bahwa dunia ini adalah tempatnya masalah. Tujuan adanya masalah-masalah itu agar manusia semakin mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dan berharap agar dapat menyelesaikan semua masalah.

“Maka, ciri orang yang sukses (penghuni surga) itu selalu murah senyum, berbicara sopan kepada orang lain, suka menolong (sedekah) dan hatinya selalu ingat dan taat kepada Allah SWT, “ terangnya.

KH Ulin Nuha Arwani AH menjelaskan, syukur adakalanya bil janan, syukur dalam hati. Artinya hati kita berkeyakinan dengan sesungguhnya bahwa yang kita terima itu merupakan murni fadlal, anugrah, bukan karena kepintaran dan kelincahan kita.

Dikatakan lebih lanjut, syukur bil arkan, yakni mensyukuri nikmat dengan anggota tubuh kita, baik lahir maupun batin. Semuanya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tangan kita terbiasakan untuk menolong siapa saja yang membutuhkan. Mulut memperbanyak baca shalawat, mata membaca al Qur’an, telinga mendengarkan al Qur’an, tangan membawa al Qur’an, menghormati Al Qur’an, tadabbur, memikirkan ayat-ayat yang dibaca.

Hati menyerap beragam ilmu yang dipelajari dari sana. Sehingga semua anggota tubuh kita gunakan untuk beribadah. Dan ada syukur bil banca’an. Maksudnya, uang kita gunakan untuk sedekah, menolong kawan atau siapa saja yang membutuhkan harta kita.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi