Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 07 Desember 2019, 16:44 WIB 1,323 PDF

Jiwa dan Ruh Seorang Guru Penentu Pendidikan

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jiwa dan Ruh Seorang Guru Penentu Pendidikan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO , INFODESANEWS – Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar (Dit PG Dikdas), Kemendikbud menggelar Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2019, diikuti 269 guru sekolah dasar dan menengah dari berbagai daerah di Indonesia.Simposium dibuka oleh Kepala Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan Pendidikan Dasar, Eddy Tejo Prakoso di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Jaka Prasetya, S.Si salah satu peserta simposium dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mengatakan Era 4.0 saat ini harus didukung sumber daya manusia yang unggul. “Jiwa dan Ruh Seorang Guru menjadi ujung tombak masa depan bangsa,” ujarnya. Ada sebuah adagium yang sering kita dengar bahwa metode lebih penting daripada pelajaran, pengajar lebih penting daripada metode, akan tetapi, di balik itu semua, ruh guru lebih penting daripada guru itu sendiri. Sebuah mahfuzhat, “ath thariqah ahamu minal madah, wal ustaadzu ahammu min ath-thariqah, wa ruuhul ustadz ahammu min al ustadz. (metode pelajaran lebih penting dari pelajaran, guru lebih penting dari metode, dan ruh guru lebih penting dari guru itu sendiri)”

Melihat realita pendidikan hari ini yang cukup memprihatinkan, berbagai fakta krisis moral, adab, dan akhlak terjadi pada murid di sekolah. Pergaulan bebas, pacaran, huru-hara, pesta-pesta dan lain sebagainya. Wahai para guru, teman sejawat dan seperjuangan! Jadilah teladan terbaik bagi para muridmu dan bekerja keraslah semaksimal mungkin, melahirkan generasi pejuang, generasi beradab, generasi yang cinta ilmu, semangat dalam beramal dan berdakwah. “Pentingnya Pendidikan Karakter bagi siswa, sehingga siswa tumbuh menjadi manusia unggul berkepribadian dan berkarakter baik. Guru harus menjadi motor Penggerak Perubahan Indonesia Maju,”ungkap ustaz Jaka.

Seorang murid ibarat sebuah benih yang bermacam-macam, dan hanya bisa ditumbuhkan dengan metode penumbuhan yang tepat, pupuk yang tepat dan penganggulangan hama dengan cara yang tepat. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran Surat Al-jumuah ayat 2: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (QS. Al-Jumuah:2).

Dalam sistem pendidikan harus berprinsip pada pembentukan mental, karakter dan multi system. Oleh karena itu seluruh totalitas kehidupan murid mulai dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan, keseluruhannya adalah pendidikan. Semua hal itu harus berpijak pada nilai, ruh, dan kultur yang tercermin dalam dinamika kehidupan para murid. Derajat menagajar kebaikan seorang guru terlukiskan seperti Sabda Nabi Saw., “Sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, penghuni langit, penghuni bumi, hingga semut di liangnya dan hingga ikan paus di lautnya pasti mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi). (hr/panut/jatmiko)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi