Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
DUNIA BISNIS 20 Oktober 2025, 17:35 WIB 1,886 PDF

Ketua DPRD Blora Turun Tangan, Pasca Tutupnya Pabrik Gula GMM di Todanan 

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ketua DPRD Blora Turun Tangan, Pasca Tutupnya Pabrik Gula GMM di Todanan 
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Ratusan hektare lahan tebu di Kabupaten Blora terancam tidak terserap menyusul tutupnya operasi PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Todanan. Kondisi ini memicu kekhawatiran para petani yang kelimpungan mencari tempat menjual hasil panen mereka.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa, segera turun tangan dengan menggelar audiensi bersama perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Kamis (17/10/2025).

Mustopa menegaskan bahwa pemerintah daerah dan legislatif sedang berupaya mencari solusi cepat untuk mencegah kerugian yang lebih besar bagi petani.

“Sekitar 500 hektare lahan tebu di Blora belum bisa ditebang, padahal musim hujan sudah mulai. Ini harus segera kita carikan jalan keluar,” ujarnya.

Beberapa langkah solutif sedang digodok. Pertama, DPRD Blora telah menghadirkan perwakilan dari Perum Bulog untuk membuka peluang kerja sama penyerapan tebu rakyat.

“Kita sudah diskusikan langsung dengan Direktur Bulog. Jawabannya, akan segera dibahas internal untuk mencari skema terbaik,” jelas Mustopa.

Kedua, pihaknya juga mengupayakan perpanjangan masa giling di Pabrik Gula (PG) Trangkil, Pati, Jawa Tengah. “Kalau masa giling bisa diperpanjang, petani Blora bisa sedikit lega. Setidaknya hasil panen 500 hektare yang belum tertebang bisa terselamatkan,” imbuhnya.

Selain masalah pemasaran, petani juga menghadapi kendala teknis. Di musim hujan, akses menuju lahan menjadi sulit bagi kendaraan pengangkut. Petani pun meminta ketersediaan alat berat untuk mempermudah mobilisasi panen.

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Blora berencana memfasilitasi pertemuan langsung antara perwakilan petani dengan Menteri atau Wakil Menteri terkait di Jakarta.

“Kita siap menjembatani aspirasi ini. Petani ingin bicara langsung dengan Menteri, dan DPRD akan bantu fasilitasi. Ini harus ada solusi nyata,” tandas Mustopa.

Penutupan pabrik gula GMM menjadi pukulan telak bagi perekonomian petani tebu di Blora. Berbagai upaya lintas sektor kini difokuskan untuk menyelamatkan hasil panen yang nilainya tidak sedikit agar tidak terbuang percuma.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #DUNIA BISNIS #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi