BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Desa (Pemdes) Bangsri menyelenggarakan Konferensi Antar Instansi yang menghadirkan seluruh Kepala Desa/Kelurahan serta unsur vertikal di wilayahnya di Noyo Gimbal View. Forum rutin bulanan ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi, koordinasi, dan pemecahan masalah bersama untuk mempercepat pembangunan di tingkat kecamatan.
Plt. Camat Jepon, Andi Nurrohman mengatakan, bahwa forum ini merupakan sebuah kearifan lokal dan tradisi yang harus dilestarikan.
“Ini adalah nilai tradisi yang harus diteruskan. Konferensi ini menjadi wujud komunikasi silaturahim dan koordinasi untuk membahas perkembangan hal-hal yang patut disampaikan,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Andi menambahkan bahwa kolaborasi dan inovasi dalam birokrasi harus dilaksanakan secara bersama-sama. Ke depan, komitmen ini akan diwujudkan dengan inisiatif lain, seperti program sehat bersama yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2026.
Pada konferensi kali ini, ada tiga poin prioritas yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, mengenai penyiapan lahan untuk Kooperasi Desa Merah Putih (KDKMP), yang saat ini telah mencapai sekitar 60% penyelesaian administrasi aset. Kedua, terkait penguatan ketahanan pangan dan prinsip kehati-hatian dalam penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Poin ketiga, yang mendapat perhatian serius dari seluruh peserta, adalah penanganan kasus bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.
“Bullying menjadi keprihatinan bersama dan harus kita lawan bersama. Sekolah yang nyaman akan menghasilkan anak didik yang cerdas, beretika, dan saling menyayangi,” pungkas Andi Nurrohman.
Sementara itu, Kepala Desa Bangsri, Yannanta Laga Kusuma menyampaikan, apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan forum tersebut. Menurutnya, konferensi ini sangat bermanfaat untuk menampung berbagai permasalahan di tingkat desa, sekolah, maupun dinas terkait, serta mencari solusinya secara kolektif.
“Harapan kami ke depan, silaturahmi seperti ini harus terus dilestarikan, jangan sampai putus di jalan. Sangat-sangat bermanfaat untuk desa,” terangnya.
Diharapkan dari pertemuan ini, seluruh leading sector atau sektor pemangku kepentingan dapat segera melaksanakan aksi nyata sebagai tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan, guna mewujudkan pembangunan yang lebih efektif dan menyeluruh di Kecamatan Jepon.**Red