Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 26 Februari 2026, 18:40 WIB 2,204 PDF

Koperasi Desa di Blora Mulai Beroperasi, Tantangan Modal dan SDM Masih Menjadi PR

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Koperasi Desa di Blora Mulai Beroperasi, Tantangan Modal dan SDM Masih Menjadi PR
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora mencatat perkembangan signifikan terkait operasional Koperasi Desa (Kopdes) atau Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Blora. Meski banyak yang sudah terbentuk dan mulai berjalan, sejumlah tantangan terkait permodalan dan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi fokus pendampingan.

Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora melalui Plt Koperasi dan UKM, Sri Sudyarningsih (Nanik) menyampaikan bahwa secara kelembagaan, pengurus koperasi saat ini masih dalam masa transisi. Untuk beberapa koperasi disebutkan sedang dalam proses perpanjangan Surat Keputusan (SK) yang ditargetkan rampung pada bulan Maret mendatang.

“Kita masih menunggu petunjuk dari pusat untuk kepengurusan yang definitif,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Meskipun tergolong baru, sejumlah Kopdes sudah menunjukkan aktivitas usaha yang nyata. Beberapa di antaranya bahkan telah melakukan peresmian atau peluncuran program di wilayahnya masing-masing.

“Contohnya di Kunden, baru saja diluncurkan program pembinaan bibit lele. Bantuan serupa tidak hanya di Kunden, tetapi tersebar di enam titik KDKMP, termasuk di wilayah Kecamatan Kota yang ada dua lokasi,” jelasnya.

Selain perikanan, sektor peternakan juga mulai bergerak. Di Banjarejo, misalnya, sudah ada aktivitas usaha ternak ayam petelur. Sementara itu, di Kunden juga sudah mulai beroperasi melayani penjualan LPG 3 Kg.

Untuk mendukung inklusi keuangan, pihaknya mendorong agar koperasi memulai usaha dengan layanan yang mudah terlebih dahulu, seperti bekerja sama dengan Bank Jateng dalam program Laku Pandai. Layanan ini mencakup BRILink dan POS Payment (Pospe) yang dinilai paling cepat merambah dan memberikan omset bagi koperasi.

“Memang omsetnya masih kecil, ada yang baru sekitar 1 hingga 5 jutaan. Tapi setidaknya ini sudah mulai berjalan. Yang paling banyak bergerak saat ini adalah di sektor Laku Pandai dan Pospe, sementara untuk sembako baru satu atau dua yang jalan,” tambahnya.

Di balik progres tersebut, Dinas Koperasi mengakui ada beberapa kendala klasik yang dihadapi. Pertama, dari sisi permodalan, banyak pengurus yang masih kesulitan dalam menyusun proposal pengajuan dana. Meskipun pelatihan telah diberikan, durasi yang singkat dirasa belum cukup.

“Kita tahu bahwa pengurus dan pengawas KDKMP bukanlah orang yang murni berlatar belakang perkoperasian. Untuk peningkatan SDM, mereka masih perlu pendampingan intensif, terutama dalam tata kelola dan administrasi,” terangnya.

Pihaknya mengaku terus melakukan pendampingan, baik secara langsung maupun melalui komunikasi jarak jauh. Selain itu, ada pula pendampingan dari pihak ketiga dari Jakarta yang menyasar tujuh KDKMP tertentu sebagai program pengenalan.

Soal infrastruktur, Dinas Koperasi melaporkan bahwa pembangunan fisik koperasi sudah banyak yang rampung. Dari data yang dihimpun untuk dilaporkan ke Kementerian Koperasi (Kemenkop), tercatat 20 KDKMP sudah mencapai 100 persen pembangunan. Namun, angka ini dipastikan akan bertambah karena hasil rapat terakhir menunjukkan lebih dari 20 unit sudah jadi.

Untuk memastikan validitas data, saat ini tim dari Dinas Koperasi bersama perwakilan Kemenkop sedang turun ke lapangan melakukan monitoring terhadap koperasi-koperasi yang sudah melaporkan progresnya.

“Kami berharap dengan pendampingan yang berkelanjutan, koperasi desa bisa benar-benar mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi