Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (10 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (16 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 22 Maret 2018, 19:56 WIB 674 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kuatkan Ekonomi Santri, RMI Semarang Giatkan Kemandirian Pesantren

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kuatkan Ekonomi Santri, RMI Semarang Giatkan Kemandirian Pesantren
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – RMI (Robithoh Ma’ahid Islamiyyah) tengah menggiatkan kemandirian pesantren. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan seminar, workshop maupun pelatihan tentang kewirausahaan belakangan ini. Ketua RMI Kota Semarang, KH Ulil Albab Syaichun mengingatkan bahwa santri itu ibarat anak harimau, maka dari itu harus menjadi harimau, “Santri itu ibarat anak macan, maka ya harus jadi macan” Kata Gus Ulil saat memberikan sambutan kegiatan Sarasehan Robithoh Ma’ahid Islamiyyah di balai Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang semalam (21/03/2018). “Jangan jadi kucing. Bentuknya mirip macan tapi jelas beda” tandasnya mewanti-wanti.

Lebih lanjut, Gus Ulil menegaskan tentang pentingnya kemandirian pesantren. Dikatakan bahwa pesantren yang mandiri akan lebih baik dan terjaga dari berbagai aliran dana yang dirasa kurang baik bagi pengembangan pesantren. Dicontohkan, dalam membangun pesatren tidak perlu mengandalkan proposal bantuan, akan tetapi dengan kekuatan ekonomi pesantren. Pengasuh PP Taqwal ilah tersebut juga mengingatkan agar para santri tidak hanya mengandalkan kiriman atau transfer dari orang tua.

Diterangkan bahwa pesantren perlu mempelajari dan mengembangkan dunia kewirausahaan. Ditekankan kecerdasan finansial sebagai pelengkap aspek peran santri dalam pengembangan pesantren. Untuk itu Gus Ulil menegaskan perlunya merubah mindset santri, “Mari kita rubah mind set kita, dengan adanya kegiatan semacam ini harapannya santri ora mung ngentekno, tapi yo ngintukno (santri itu tidak hanya menghabiskan uang, akan tetapi juga mendapatkan uang)” tuturnya memberikan motifasi.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri) Jawa Tengah, KH Imaduddin saat memaparkan materi tentang pentingnya kewirausahaan dalam pengembangan pesantren. Gus Imad memberikan gambaran tentang koperasi sebagai unit usaha yang hasilnya dikembalikan ke pesantren. Lebih detail, pengasuh PP Al Hikmah-2 Sirampog Benda Kabupaten Brebes membeberkan tentang besarnya anggaran yang dibutuhkan dalam pengembangan pesantren dapat terpenuhi dengan pengembangan unit koperasi pesantren. Hal tersebut diterangkannya dengan sebagian dari berbagai kebutuhan harian santri yang terpenuhi oleh koperasi maka pesantren akan kuat dan mandiri. Ia menekankan hal tersebut sebagai alternatif terbaik dibandingkan dengan aliran dana bantun, “jadi, kalau ada proposal itu adalah proposal pengembangan wirausaha” ucapnya.

Menghadirkan Drs Bagus Harmono MPd, MM, seorang owner dan motivator trainer yang saat ini menjabat sebagai pengurus pusat HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) dan KH Imaduddin Ketua HIPSI Jateng untuk mendukung rangkaian kegiatan khaflah akhirus sanah (peringatan akhir tahun ajaran pendidikan pesantren-red) PP Durrotu Aswaja. (RQ/yn)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi