Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (3 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (6 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (9 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (10 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (10 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (11 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
KESEHATAN 31 Oktober 2023, 10:57 WIB 2,190 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Membangun Ekosistem Kesehatan di Blora Membutuhkan Peran Individu untuk Jadikan Masyarakat Sehat

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Membangun Ekosistem Kesehatan di Blora Membutuhkan Peran Individu untuk Jadikan Masyarakat Sehat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyebutkan upaya membangun ekosistem kesehatan di Blora harus dilakukan dengan gotong royong, kesehatan tidak hanya menyembuhkan si sakit. Namun juga membangun eksosistem pencegahan, penanganan, pembiayaan, dan inovasi dalam bidang kesehatan. Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

“Saya tidak ingin masyarakat Blora sakit dan yang sudah sakit tidak ingin kesusahan untuk memperoleh layanan kesehatan,” kata Edy saat menyosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat dengan Poltekes Semarang di Jepon, Blora, beberapa waktu lalu.

Dia mengapresiasi langkah Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati yang telah menghadap Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk menambah kuota peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN. Akhirnya ada tambahan kuota 23 ribu. Langkah ini diharapkan dapat mendorong tercapainya universal health coverage (UHC) di Blora.

“Segera penduduk Blora masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Harus di atas 95 persen sehingga kalau sakit tinggal membawa KTP,” ucap Edy. Perlu diketahui, sampai sekarang baru 83 persen masyarakat Blora yang terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Legiselator dari Dapil Jawa Tengah III ini menyatakan adanya jaminan kesehatan nasional (JKN) membuat masyarakat tidak takut berobat. Jika sebelumnya datang ke rumah sakit dikhawatirkan akan memakan biaya banyak, maka dengan adanya BPJS Kesehatan maka jika ingin berobat akan mudah.

“Dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan itu sudah membuat ayem,” kata Edy.

Selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur dan sumber daya kesehatan. Adanya pembangunan rumah sakit di Blora menambah kapasitas masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Edy menyebut jika pembangunan fisik harus dibarengi dengan pertambahan dan distribusi dokter dan tenaga medis. Harapannya, masyarakat Blora dapat layanan kesehatan di kotanya tanpa perlu antre.

“Tidak perlu sampa Semarang atau Solo. Doakan Rumah Sakit di Randublatung segera selesai,” ucapnya.

Edy juga berpesan agar SDM Kesehatan di Blora juga harus mumpuni. Dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis yang mumpuni harus disebar secara merata. Jika sudah maka mereka diberikan dorongan untuk meningkatkan kemampuan dalam menguasai teknologi terkini.

“Sehingga operasi dan pengobatan yang canggih bisa dilakukan di Blora,” tutur Edy.

Selanjutnya, Politikus dari PDI Perjuangan ini mengingatkan untuk membentuk masyarakat Blora yang sehat perlu peran individu. Salah satu yang perlu dilakukan adalah melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat. Edy merincikan, masyarakat perlu melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Tidak lupa untuk asupannya, perlu konsumsi buah dan sayur serta menyetop rokok. Selanjutnya, deteksi dini secara berkala perlu dilakukan.

“Setiap individu juga perlu melakukan kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban. Jangan buang air kecil atau besar sembarangan,” sarannya.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #KESEHATAN #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi