Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (3 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (5 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (5 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (5 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (5 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (20 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
NASIONAL 29 September 2024, 08:52 WIB 2,543 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Mencenangkan… Kesadaran Masyarakat Japah Terhadap Diabetes Melitus Masih Rendah, UPTD Puskesmas Japah Dorong Pencegahan Dini

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mencenangkan… Kesadaran Masyarakat Japah Terhadap Diabetes Melitus Masih Rendah, UPTD Puskesmas Japah Dorong Pencegahan Dini
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INDODESANEWS | Data terbaru dari Kecamatan Japah menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini Diabetes Melitus masih sangat rendah. Dari total 36.492 jiwa penduduk, hanya 150 jiwa yang terdeteksi menderita Diabetes Melitus, tersebar di 18 desa. Hal ini berarti hanya sekitar 0,41% dari populasi yang terdeteksi, menandakan bahwa banyak warga yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Dok. Pelaksanaan pemeriksaan warga dalam kelas Diabetes milatus, jumat 27/09/2024.

Kepala UPTD Puskesmas Japah, Anita Kesumaningsih, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi ini saat ditemui di kantornya, Senin, 23 September 2024.

“Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini masih sangat rendah. Padahal, diabetes adalah penyakit yang bisa dicegah atau dikendalikan jika dideteksi lebih awal,” ujarnya.

Anita juga menekankan pentingnya masyarakat untuk berpartisipasi dalam program Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang fokus pada pencegahan dini penyakit kronis seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus. Melalui Prolanis, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan pemeriksaan rutin yang diperlukan dan mengelola kesehatannya dengan lebih baik. Program ini dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menunda pemeriksaan atau perawatan.

“Penting bagi kita semua untuk mulai sadar dan peduli terhadap kesehatan diri kita sendiri. Prolanis adalah program yang mempermudah akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan pengobatan dini. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas BPJS untuk pemeriksaan rutin tanpa harus memikirkan biaya besar,” tegas Anita.

Rendahnya jumlah penderita diabetes yang terdeteksi di Japah, lanjut Anita, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pemeriksaan rutin, ketidaktahuan tentang gejala awal diabetes, serta akses yang terbatas ke layanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, UPTD Puskesmas Japah akan terus berupaya meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat, memperluas akses layanan pemeriksaan, dan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka.

“Ke depan, kami akan melakukan lebih banyak penyuluhan dan pemeriksaan massal agar masyarakat lebih sadar akan risiko Diabetes Melitus dan penyakit kronis lainnya. Dengan deteksi dini, banyak komplikasi yang dapat dihindari dan kualitas hidup dapat meningkat,” pungkasnya.

UPTD Puskesmas Japah adalah pusat pelayanan kesehatan yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada seluruh masyarakat Japah. Melalui program Prolanis dan dukungan BPJS, UPTD Puskesmas Japah terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap kesehatan.*Red.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi