Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (10 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (17 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 23 Mei 2026, 10:28 WIB 358 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Mujoko Anggota Komisi B DPRD Blora, Proyek Jangan Abaikan Dampak Sosial

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mujoko Anggota Komisi B DPRD Blora, Proyek Jangan Abaikan Dampak Sosial
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Polemik proyek mobilisasi alat berat Pertamina di jalur Kradenan–Pilang yang belakangan meresahkan masyarakat akhirnya mendapat tanggapan dari anggota Komisi B DPRD Kabupaten Blora, Mujoko.

Mujoko yang dihubungi melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa persoalan proyek tidak boleh hanya dilihat dari sisi investasi dan kelancaran pekerjaan. Menurutnya, dampak sosial terhadap masyarakat sekitar harus menjadi perhatian utama.

Sejauh ini, ia mengaku Komisi B DPRD Blora belum pernah dilibatkan secara terbuka dalam pembahasan tanggung jawab sosial maupun komunikasi dampak proyek kepada warga terdampak.

“Kami di Komisi B belum pernah mendapatkan penjelasan terbuka terkait pola CSR, pendekatan sosial perusahaan, maupun mitigasi dampaknya ke masyarakat,” ujar Mujoko.

Sebagai warga Kecamatan Kradenan, Mujoko memahami langsung situasi di lapangan. Ia menegaskan masyarakat tidak anti terhadap proyek atau investasi, namun mereka menginginkan keterbukaan dan penghormatan terhadap wilayah yang dilalui aktivitas proyek.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial desa-desa terdampak, seperti Kradenan, Temulus, Pilang, hingga Randublatung. Menurutnya, infrastruktur jalan dan jembatan dipakai setiap hari oleh warga, sehingga aktivitas proyek tidak bisa mengabaikan ruang hidup masyarakat.

“Yang merasakan dampaknya itu masyarakat sekitar. Aspek sosial harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Mujoko berharap komunikasi antara Pertamina, kontraktor, perusahaan ekspedisi, pemerintah daerah, dan DPRD dapat dibangun secara lebih terbuka agar persoalan di lapangan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar.

“Kita semua tentu ingin pembangunan berjalan baik. Tapi jangan sampai proyek besar justru meninggalkan persoalan sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.**Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi