Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (12 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (22 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 23 November 2024, 18:01 WIB 1,955 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak untuk Hemat Biaya

Penulis: Kabiro Luwu
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak untuk Hemat Biaya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS | Anggota Credit Union (CU) Sauan Sibarrung (SS) mengikuti pelatihan membuat pakan fermentasi ternak babi dan unggas di Pangkaruk Dusun Rantepasang Desa Buangin Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (21/11/2024) kemarin.

Pelatihan membuat pakan fermentasi untuk ternak babi dan unggas, menampilkan dua fasilitator yakni Pande Aktivis Y Bunga dan Yunus Marongkan.

Staf CUSS bagian Pendidikan Latihan (Diklat) TP Saluampak Johanis Pabiban menjelaskan pada media ini bahwa, pelatihan ini bertujuan untuk meringankan beban peternak babi, unggas dan memberdayakan anggota CU Sauan Sibarrung.

“Di pelatihan ini kita memberikan ilmu pengetahuan dan praktek langsung bagaimana membuat pakan fermentasi. Kita berharap, lama-kelamaan peternak memahami dan tahu, serta nantinya bisa mempunyai produksi (pakan ternak) sendiri dengan biaya ringan. Syukur-syukur, mereka bisa sampai membuat pakan ternak sendiri. Tetapi kalau tidak, mereka bisa mengatasi masalahnya sendiri,” sebutnya.

Sementara manager CUSS Tempat Pelayanan (TP) Saluampak Gusty Walesa Pasa’ti S.Psi pada media ini, Jumat 22 November 2024 menyatakan bahwa, manfaat dari pelatihan membuat pakan fermentasi ternak ini untuk meningkatkan nilai gizi pakan, mengawetkan pakan, dan mempercepat atau menambah bobot ternak.

“Peserta pelatihan ada 20 orang. Mereka diundang para aktivis di teritori masing-masing,” sebutnya.

Pande aktivis, Yunus Marongkan dalam pemaparan materinya menerangkan bahwa, ada sejumlah cara agar usaha penggemukan babi dan unggas bisa mendapatkan keuntungan. Caranya pertama, pemilihan bibit yang baik dan benar. Kedua, kesehatan ternak. Ketiga, pemberian pakan yang baik dan benar. Dan keempat, penjualan hasil ternak yang maksimal.

“Untuk merubah pola pakan pada ternak baru tidak bisa langsung instan. Maka penggunaan konsentrat dan fermentasi pakan diyakini akan lebih menguntungkan peternak,” terangnya.

Sedang Pande aktivis yang juga peternak Y Bunga mengatakan bahwa, ada sebagian petani dan peternak yang nasibnya kurang baik. Karena itu, mereka membutuhkan bantuan dari sesamanya.

“Banyak petani yang sekarang sedang mengalami kesulitan. Misalnya, harga pupuk yang tinggi, dan harga pakan ternak yang juga tinggi. Karena itu, kita adakan pelatihan membuat pakan fermentasi ternak yang murah tapi berkualitas,” terangnya.

Bunga menambahkan, dalam pelatihan ini, dirinya memberikan penjelasan bagaimana membuat pakan fermentasi yang baik dan benar. Sehingga kedepan, petani tidak hanya menggantungkan kepada orang lain. Tetapi mereka menjadi mandiri.

“Untuk bahannya berupa EM 4, molase/gula aren/gula pasir, Yakult, pixmix/konsentrat, ķedele halus, jagung halus, dedak halus, pisang-pisang yang bonnyo’, daun daunan lunak seperti daun pepaya, kangkung, daun ubi jalar, daun kelor dan lain-lain, buah pepaya bonnyo’, umbi-umbian yang sudah digiling, kunyit, temulawak, ampas tahu,roti bekas, bekatul, rumput odot/benggala, dan lainnya. Setelah itu, semua bahan dicampur menjadi satu. Kemudian, bahan ini dimasukkan ke dalam wadah dan di injak-injak lalu tutup rapat, dan tunggu fermentasi dihari keempat bisa diberikan ke ternak,” paparnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Niko mengaku senang dengan diadakannya pelatihan ini. Peserta diberi gambaran secara ilmiah dan manual serta praktek langsung membuat pakan ternak.

“Saya merasa senang bisa menangkap apa yang disampaikan oleh para narasumber atau fasilitator dan akan saya praktekkan. Pelatihan ini sangat bermanfaat. Maka itu mari kita berkelompok KUBn ternak dan kalau ada yang terkendala dengan dana, mari kitas pinjam ke CUSS. Karena pelatihan ini sebagai upaya pemberdayaan. Dengan demikian diharapkan, ekonominya akan terangkat, dan keluarganya akan jadi sejahtera,” harapnya.** Benyus

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu

Kabiro Luwu

Kepala Biro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi