Kamis, 22 Oktober 2026
TERKINI
• Dwi Riyanto Beri Apresiasi untuk Prabowo, Rakyat Harus Merasakan Hasil Pembangunan (2 jam yang lalu) • TK Pertiwi Sendangharjo Kini Lebih Nyaman Berkat Revitalisasi Sekolah (8 jam yang lalu) • Polres Blora Gelar Sertijab dan Pengambilan Sumpah Janji Sejumlah PJU serta Kapolsek Jajaran (8 jam yang lalu) • Revitalisasi Ruang Kelas SD Kunden II dari Kemendikdasmen, Harapan Baru untuk SPMB dan Masa Depan Sekolah (9 jam yang lalu) • Santri Berdaya, Blora Sejahtera: Peringatan Hari Santri Nasional 2026 (10 jam yang lalu) • Cari Layangan, Bocah 12 Tahun Temukan Jasad Mbah Erah di Belakang Rumah di Sidowaluyo (22 jam yang lalu) • INSPIRATIF, Dorong Keberlanjutan Pengembangan Kampus, UMS Apresiasi Dedikasi Dosen dan Tendik (1 hari yang lalu) • Blora Lepas 351 Personel ke PORPROV Jateng XVII 2026, Target Pertahankan Peringkat Enam (1 hari yang lalu) • Niat Tulus Membangun Desa Tercinta, Bowo Jatmiko Maju Sebagai Calon Kades Blimbing (1 hari yang lalu) • Sosialisasi Jelang Akhir Masa Jabatan Kades, DPRD Blora dan PMD Sinergi Kawal Pilkades Serentak 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL Blora 20 Oktober 2026, 21:34 WIB 66 PDF

Pemkab Blora Koordinasi Lintas Kementerian Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Cepu

Sahid Simon
Oleh: Sahid Simon • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemkab Blora Koordinasi Lintas Kementerian Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Cepu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Sahid Simon

BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten Blora mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan serta mempercepat tahapan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora Mustopa, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Chandra, serta jajaran perangkat daerah melakukan kunjungan koordinasi ke kedua kementerian tersebut pada Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan di Kementerian Sosial, rombongan diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Muhamad Hasan Chabibie beserta jajaran. Sementara itu, koordinasi di Kementerian Pekerjaan Umum diterima Plt. Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Aris Rudianto Nugroho.

Bupati Arief mengatakan bahwa pemerintah pusat mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Blora. Pemerintah kabupaten berharap koordinasi lintas kementerian dapat mempercepat penetapan lokasi sebagai salah satu tahapan penting menuju pelaksanaan pembangunan.

"Dari kementerian mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Blora sudah siap untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Sekarang kami menunggu penetapan lokasi atau penlok dari Kementerian PU dan Kementerian Sosial," katanya.

Ia berharap proses tersebut dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan, sehingga pada 22 Desember 2026 pembangunan dapat memasuki tahap ketiga. Pemerintah daerah, menurutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama terkait penyelesaian persyaratan dan penetapan lokasi pembangunan.

Dalam pertemuan dengan jajaran Kementerian PU, Bupati Arief memaparkan kesiapan lahan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu. Ia menyampaikan bahwa lokasi tersebut telah melalui pemeriksaan oleh satuan kerja terkait, termasuk pengecekan akses jalan menuju kawasan pembangunan.

"Setelah survei dari Satker, lahan sudah diperiksa dan kami siapkan. Jalan masuk juga sudah memiliki lebar delapan meter. Pekerjaan urukan dan limestone sudah berjalan," ujar Bupati Arief.

Berdasarkan laporan mingguan pekerjaan penimbunan lahan periode 12–18 Oktober 2026, progres fisik tercatat mencapai 95,70 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 85,81 persen, atau lebih cepat 9,89 poin persentase dari jadwal.

Selain penyiapan lahan, pemerintah daerah telah membangun akses jalan beton sepanjang 323 meter dengan lebar delapan meter. Dukungan infrastruktur dasar juga disiapkan, meliputi jaringan air bersih melalui PDAM dan jaringan listrik tiga fase oleh PLN.

Bupati Arief menyampaikan bahwa tahapan selanjutnya akan dikoordinasikan bersama satuan kerja Kementerian PU. Ia menyebutkan, pada 27 Oktober 2026 direncanakan terdapat tindak lanjut dari satuan kerja terkait kesiapan lokasi.

Dalam paparan kepada kementerian, Pemkab Blora juga mengajukan dukungan pemerintah pusat untuk menyelesaikan sisa lahan yang belum diuruk sekitar 2,9 hektare, serta kebutuhan penyelidikan kondisi tanah, topografi, dan penyusunan desain teknis pembangunan.

Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam penyelesaian persyaratan teknis, administrasi, serta penetapan lokasi. Pemkab Blora menyatakan kesiapan untuk melanjutkan koordinasi agar tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya sarana pendidikan yang dibutuhkan masyarakat Blora.**Red

Oleh: Sahid Simon Editor: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #Blora #infodesanews #kabarindonesia
Sahid Simon
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

Sahid Simon

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi