BLORA, INFODESANEWS — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Blora, Jawa Tengah, menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga menegaskan peran santri sebagai bagian penting dari masyarakat.
Ketua Basnas Blora, Sutaat, menyampaikan bahwa pihaknya mendistribusikan bantuan biaya pendidikan bagi 100 santri penghafal Al-Qur'an (tahfidz) dari 20 pondok pesantren, dengan nilai bantuan Rp2 juta per santri.
"Hari ini juga kita memberikan bantuan biaya kuliah untuk perguruan tinggi swasta. Di Kabupaten Blora ada IAI Muhammad, UT Ranggulawesi, STAI Muhammadiyah, dan IAI Hosinatul Ulum. Total untuk empat PTS jumlahnya Rp349.500.000," ujarnya.
Sutaat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan sebagai wujud peran serta dalam pemberdayaan santri. "Tujuan ini menjadi rutinitas kita, bagaimana kita punya andil dalam peran santri, bagaimana kita juga ingin memberikan bantuan kepada santri, terutama yang menghafalkan Al-Qur'an," jelasnya.
Ia berharap momentum Hari Santri dapat meningkatkan pemberdayaan sumber daya santri. "Kalau mereka tekun dan bersungguh-sungguh, insya Allah akan terkabul apa yang mereka cita-citakan. Kita ingin bersama-sama meningkatkan sumber daya mereka, juga mahasiswa perguruan tinggi swasta agar tetap sungguh-sungguh dalam belajar," pungkasnya.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan besar untuk mengangkat sumber daya manusia Kabupaten Blora sehingga mampu membawa daerah menuju kesejahteraan dan kemakmuran.**Red