Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (8 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 19 November 2025, 12:27 WIB 520 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Pemotongan Dana Transfer Pusat Rp370 Miliar Paksa Blora Lakukan Penyesuaian Ekstrem APBD 2026

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemotongan Dana Transfer Pusat Rp370 Miliar Paksa Blora Lakukan Penyesuaian Ekstrem APBD 2026
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Blora sedang berpacu dengan waktu untuk melakukan perubahan struktural pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026. Langkah darurat ini diambil menyusul pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp370 miliar, yang berpotensi melumpuhkan pelayanan publik jika tidak diantisipasi dengan langkah-langkah efisiensi ekstrem.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi hingga ke tingkat paling dasar. Meski demikian, ia menegaskan kewajiban membayar hutang dan program visi-misi tetap harus berjalan.

“Strategi penyesuaian akan digarap dalam pembahasan final bersama Tim Apung Pendamping Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD,” ujar Bupati Arief, Rabu (20/11/2025).

Sebagai bentuk komitmen, Bupati telah memberikan contoh nyata penghematan. Ia menyatakan bahwa rapat-rapat internal kini dilaksanakan tanpa penyediaan snack. “Saya kemarin rapat hanya dengan permen dan air putih. Perjalanan dinas juga saya pangkas, kalau perlu saya sendiri tanpa ajudan—ajudan saya merangkap humas,” tegasnya.

Beberapa opsi penghematan berat lainnya, seperti potongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), pengetatan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), dan pembatasan konsumsi rapat, telah masuk dalam meja pembahasan.

Lebih radikal lagi, Bupati mengungkapkan kemungkinan penerapan kembali sistem Work From Home (WFH) untuk menekan biaya listrik dan operasional kantor.

“Beberapa kolega bupati dan wali kota sudah mempertimbangkan WFH. Kita harus realistis, anggaran terpotong besar dan harus menyesuaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Blora Mustopa mengakui bahwa pemotongan dana ini memaksa daerah melakukan rasionalisasi besar-besaran. Ia menyebut kondisi APBD 2026 menjadi sangat ketat, sehingga DPRD harus jeli memilih program yang dapat dipertahankan.

“Pemotongan ini cukup besar. Prioritas kita adalah gaji pegawai negeri, belanja rutin, dan kewajiban dasar lainnya,” ujar Mustopa.

Mustopa menegaskan bahwa DPRD dan eksekutif terus melakukan sinkronisasi untuk menjaga program prioritas pusat tanpa mengorbankan kebutuhan dasar rakyat. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya pemangkasan total terhadap kegiatan yang dinilai tidak mendesak.

“Ini butuh hitungan yang matang. Tidak semua kegiatan bisa dipertahankan, dan rakyat harus tahu kondisi sebenarnya,” tuturnya.

RAPBD 2026 dijadwalkan disahkan pada 29 November mendatang. Dalam proses finalisasi ini, sejumlah fraksi di DPRD disebutkan tengah menyiapkan catatan kritis, terutama menyikapi keputusan pusat yang menimbulkan tekanan fiskal berat bagi daerah. Fokus utama semua pihak adalah memastikan belanja wajib, termasuk gaji pegawai, tetap terakomodasi dengan baik.**Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi