Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (5 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (7 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (9 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (9 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (9 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (9 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 06 Oktober 2022, 09:21 WIB 546 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Peningkatan Investasi Turki di Indonesia

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Peningkatan Investasi Turki di Indonesia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS | Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung keinginan pemerintah Turki yang menginginkan nama tokoh bangsanya dijadikan nama jalan di Indonesia, tepatnya di jalan Mampang Prapatan-Warung Buncit. Nama tokoh bangsa Turki yang diusulkan untuk menjadi nama jalan di DKI Jakarta adalah Mustafa Kemal Ataturk. Pemberian nama jalan dengan tokoh bangsa Turki merupakan bagian dari penguatan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Turki. Hal ini sebelumnya sempat dibicarakan beberapa waktu yang lalu.

“Terlepas dari kontroversi yang ada, pemberian nama jalan menggunakan nama tokoh bangsa Turki di Indonesia harus dilihat dalam aspek yang lebih luas. Ini merupakan bagian untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki. Terlebih, pemerintah Turki telah memberikan nama jalan di depan KBRI Ankara dengan nama Bapak Proklamasi kita, Ahmet Sukarno. Sesuai tata krama diplomatik, kita juga akan memberikan nama jalan di Jakarta dengan nama jalan tokoh bangsa Turki,” ujar Bamsoet usai menjamu makan malam Ketua Parlemen Turki H.E. Mr. Mustafa Sentop dan rombongan Parlemen Turki, di Kediaman Ketua MPR RI, di Jakarta, Rabu malam (5/10/22).

Turut hadir antara lain Duta Besar Turki untuk Indonesia H.E. Mr. Ahmet Cemil Miroglu, Anggota Parlemen Turki sekaligus Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Turki-Indonesia Adnan Gunnar, serta para anggota Parlemen Turki lainnya antara lain, Bulent Tufenkci, Burhanettin Bulut, Erhan Usta, dan Ramazan Kasli. Hadir pula Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini juga mengapresiasi berbagai perkembangan hubungan kerjasama Indonesia – Turki di berbagai sektor. Di sektor perdagangan, misalnya, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2021 naik 51,86 persen menjadi USD 2,01 miliar dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 55,92 persen atau sekitar USD 1,2 miliar, dan kenaikan nilai ekspor 53,36 persen dengan nilai USD 1,60 miliar.

“Sementara pada periode Januari-Juli 2022, nilai perdagangan kedua negara sudah mencapai USD 1,49 miliar, naik 33,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kedepannya, ditunjang keberadaan pembentukan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA), kita berharap bisa memudahkan tercapainya target perdagangan bilateral sebesar USD 10 miliar pada tahun 2023, yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdogan pada tahun 2017 yang lalu,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menjelaskan, total investasi Turki di Indonesia pada periode 2016-2021 mencapai USD 35,16 juta. Sedangkan pada periode Januari-Juni 2022 baru mencapai USD 2 juta yang tersebar di sekitar 20 proyek. Nilai investasi Turki ke Indonesia terbilang masih kecil, kurang dari 1 persen dari nilai total investasi Turki ke luar negeri (outbound) sebesar USD 40 miliar.

“Saya mendorong agar Turki memasukan lebih banyak lagi investasinya ke Indonesia, termasuk dalam pembangunan infrastruktur nasional seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, maupun di berbagai proyek strategis nasional lainnya. Selain kita juga mendorong agar pengusaha Indonesia turut melakukan investasi ke Turki. Hingga saat ini baru satu investasi Indonesia di Turki, yaitu PT Indofood sejak tahun 2014, dengan nilai investasi sekitar USD 20 juta,” pungkasnya.(@Gus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi