Kamis, 24 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (3 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (10 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (18 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (20 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (20 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (20 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (20 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
Tak Berkategori 16 Maret 2025, 18:33 WIB 1,628 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Perkuat Toleransi di Sulawesi Selatan, KAMS Gelar Buka Puasa dan Silaturahmi Lintas Agama

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Perkuat Toleransi di Sulawesi Selatan, KAMS Gelar Buka Puasa dan Silaturahmi Lintas Agama
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SULSEL, INFODESANEWS – Keuskupan Agung Makassar (KAMS) menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama lintas agama pada Sabtu, 15 Maret 2025.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Selain itu, organisasi kepemudaan seperti KNPI, Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Gamki, Gemabudhi, Peradah, dan Pakin Konghucu turut serta dalam acara tersebut.

Organisasi Katolik seperti Pemuda Katolik Komisariat Cabang (KOMCAB) Makassar, DPC PMKRI Cabang Makassar, DPD FMKI Sulsel, DPD ISKA Sulsel, DPD WKRI Sulsel, DPD Vox Point Sulsel, Pukat KAMS, dan Komkep KAMS juga hadir sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga harmoni sosial.

Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Kabag TU Kemenag Sulsel, Aminuddin, yang mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel, perwakilan FKUB Sulsel dan Makassar.

Hadir pula, Kepala Kemenag Maros Muhammad, Anggota DPRD Kota Makassar Wiliam Lauren, serta Wakil Bupati Toraja Utara.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap inisiatif lintas agama dalam mempererat persaudaraan.

Pastor Albert Arina, Ketua Komisi Kerawam – HAK KAMS, menyampaikan harapannya bahwa acara ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini meneguhkan harmoni dan persatuan antarumat beragama guna mewujudkan negara yang lebih damai,” ujarnya.

Aminuddin, perwakilan Kemenag Sulsel, menekankan pentingnya cinta dalam menjaga kerukunan beragama.

“Kita harus mencintai manusia dan alam. Jika umat beragama semakin dekat dengan agamanya, maka ketenteraman dan kenyamanan akan tercipta,” katanya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa menegaskan komitmen Gereja Katolik dalam menyosialisasikan Deklarasi Istiqlal baik di dalam maupun luar negeri.

“Kasih kepada Tuhan juga berarti kasih kepada alam. Alam adalah saudara manusia yang perlu dijaga,” ungkapnya.

Perwakilan FKUB Sulsel menyoroti pentingnya menjaga martabat manusia dalam kehidupan beragama.

“Manusia adalah gambar Tuhan, bukan sekadar objek kepentingan. Namun, realitanya masih ada kekerasan dan ketidakadilan. Kita harus membangun kehidupan yang damai dan harmonis,” tuturnya.

Acara silaturahmi dan buka puasa lintas agama ini menjadi simbol nyata bahwa keberagaman bukan penghalang untuk hidup berdampingan.

Sebaliknya, perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan keharmonisan sosial.

Lebih dari sekadar pertemuan seremonial, acara ini juga menegaskan peran agama sebagai pedoman etika dan moral dalam kehidupan.

Agama seharusnya menjadi cahaya yang membimbing umat manusia menuju kebaikan, bukan alat untuk menindas atau mengeksploitasi pihak lain.

Para pemuka agama dan pemuda yang hadir dalam kegiatan ini menegaskan bahwa semua pihak harus segera membangun toleransi dan inklusivitas melalui tindakan nyata, bukan hanya sekadar retorika.

Seluruh masyarakat harus terus menanamkan semangat persaudaraan dan kebersamaan agar nilai-nilai toleransi semakin berkembang pesat dan memperkuat persatuan secara nyata.

Sulawesi Selatan harus segera mengambil peran sebagai contoh utama dalam menciptakan kehidupan yang inklusif dan toleran bagi seluruh masyarakat.

Semangat persatuan yang menggema dalam acara ini harus segera menginspirasi daerah lain untuk mengambil langkah konkret demi mewujudkan kehidupan yang lebih damai dan harmonis bagi semua orang.*** Benny/Yustus

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #Tak Berkategori #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi