BLORA, INFODESANEWS – Polemik pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora terus menuai perhatian publik. Isu yang awalnya menyangkut dugaan pengkondisian proyek dan beredarnya kabar pertemuan antara kontraktor pemenang proyek dengan sejumlah awak media lokal.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Blora, Sutiyono, angkat bicara terkait pertemuan yang berlangsung di sebuah warung kopi di kawasan Blora Kota pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pertemuan tersebut bukanlah atas inisiatif pribadi, melainkan karena ajakan dari rekanan yang sudah dikenalnya sejak 2016.
“Ceritanya, dari pihak rekanan itu teman saya. Saat tahun 2016, kami ketemu di Cepu ketika survei jalur angkutan. Lalu diajak ngopi ke tempat marung (warung). Saya hanya sekadar menemani ngopi,” ujar Sutiyono kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
Menurut Sutiyono, para wartawan yang hadir di lokasi juga diundang oleh rekanan tersebut. Ia hanya diminta tolong untuk menghubungi salah satu media, kemudian diajak bertemu di warung kopi tersebut.
Terkait isu pemberian uang sebesar Rp300.000 yang disebut-sebut diberikan dalam pertemuan itu, Sutiyono mengaku tidak mengetahui secara rinci. Ia menegaskan bahwa pemberian uang dilakukan langsung oleh pihak kontraktor kepada awak media, bukan dari dirinya.
“Saya tidak tahu terkait uang itu karena yang memberi langsung dari mereka. Berikan langsung ke media-media,” tegasnya.
Sutiyono juga memastikan bahwa pertemuan tersebut terjadi di luar jam dinas, yaitu pada malam Jumat sekitar pukul 21.00 WIB. **Red